Infeksi Saluran Kemih

 

Infeksi-saluran-kemih-adalah


Sewaktu saya belum menikah dulu, saya sering sekali mengalami anyang-anyangan. Setiap kali usai melakukan kegiatan fisik, terutama berlari, bisa dipastikan akan mengalami anyang-anyangan setelahnya. Hal itu sungguh menyiksa rasanya. Apalagi jika terjadinya jelang tidur, bolak-balik ke toilet, pipis seuprit, berulang-ulang, namun tetap terasa tidak tuntas.


Orang jaman itu selalu bilang, bahwa itu akibat minum air yang dicampur antara air panas dan dingin. Mitos.


Maklumlah orang jaman dulu, masih banyak yang percaya pada mitos karena pengetahuan mereka kebanyakan memang hanya dari sumber "katanya". Berbeda dengan kita sekarang yang masuk kategori emak millenials. Semua informasi mudah kita dapatkan hanya dengan ngeklik di ponsel.


Kemudian saya menikah, dan entah sejak kapan anyang-anyangan saya sudah tidak kambuh lagi. Saya baru menyadari, ketika setahun menikah dan hamil, saya sering mengalami anyang-anyangan lagi.


Kehamilan pertama saya tidak bisa diselamatkan, karena blighted ovum, kehamilan kosong. Tiga bulan kemudian saya hamil lagi, sering anyang-anyangan lagi. Namun, Alhamdulillah bayi lahir dengan sempurna dan cantik meskipun melalui operasi secar.


Pasca secar dan ketika sedang menyusui, saya kembali mengalami anyang-anyangan. Lebih parah lagi, setiap kali pipis rasanya seperti tidak tuntas, dan selalu merasa nyeri di bagian saluran pipis. Tepatnya yang saya rasakan adalah di bagian bekas selang kateter yang dimasukan ke saluran kencing ketika menjalani operasi secar.


BACA JUGA: AGAR ASI LANCAR


Infeksi Saluran Kemih

Sewaktu masih hamil, saya selalu merasa ngeri setiap kali membaca curhatan para bunda, baik yang masih bertanya tentang, maupun yang sudah terkena infeksi saluran kemih (ISK), di sebuah group facebook yang saya ikuti. Ketakutan membuat saya anti pati, jangan sampai mengalami yang namanya ISK. Sayangnya di antara gejala yang pernah diceritakan para bunda di group itu saya alami juga. Yang terpaksa membuat saya was-was juga, dan memeriksakannya ke dokter.


Benar saja, ketika saya sampai ke dokter, dan menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menyatakan saya terkena gejala infeksi saluran kemih. Duh.


Apa Sih Infeksi Saluran Kemih?

Demi kesehatan, wanita wajib tahu apa itu infeksi saluran kemih, karena penyakit ini lebih sering menyerang wanita ketimbang pria. Itu karena saluran kencing (uretra) wanita lebih pendek dan jaraknya sangat dekat dengan anus.


Infeksi saluran kemih merupakan kondisi terjadinya infeksi pada organ sistem kemih, yaitu, ureter, ginjal, uretra dan kandung kemih


Penyebab utamanya adalah, adanya bakteri E - Coli (Escherichia Coli) yang menyerang  saluran kencing. Sebab itulah dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan area kemaluan. Dengan membersihkan secara benar setelah buang air besar maupun buang air kecil.


Bahaya Infeksi Saluran Kemih

Puncak bahaya dari penyakit infeksi saluran kemih adalah, bisa menyebabkan kematian. Hah, kok serem?


Meskipun kematian telah ditetapkan, namun tetap saja ngeri kan membaca tentang kematian? Begitulah, apalagi bagi jiwa-jiwa yang belum siap seperti saya. Hikz hikz.


Yang paling berbahaya jika ISK terjadi pada bagian atas kandung kemih, ginjal dan ureter (saluran yang membawa urine  dari ginjal ke kandung kemih), karena bisa menyebabkan bakteri di ginjal menyebar ke seluruh saluran darah. Dan ini bisa menjadi penyebab kematian jika tidak segera ditangani. Naudzubillahimindzaalik


Selain itu, bagi wanita hamil, ISK juga bisa menjadi penyebab kelahiran prematur, bahkan lebih fatal, bisa menjadi penyebab kematian si bayi. Duh serem banget ya.


Pencegahan 

Infeksi saluran kemih bisa dicegah dengan beberapa cara. Yaitu,


Membersihkan area kemaluan dengan benar

Di antara kita, mungkin banyak yang tidak membersihkan area kemaluan dengan benar, misalnya, ketika usai buang air besar, ceboknya tidak memerhatikan gerak tangannya. Asal gabrug yang penting bersih. Padahal membersihkan area kemaluan yang benar adalah, dari depan ke arah belakang. Gunanya agar bakteri E - Coli yang berasal dari anus tidak masuk ke saluran kencing.


Banyak minum air putih

Siapa yang malas sekali minum air putih? Mulai sekarang, jangan pernah malas lagi. 


Banyak minum air putih akan membuat kita peroleh kadar cairan yang cukup, sehingga kencing menjadi lebih lancar, dan membantu mencegah infeksi saluran kemih, karena bakteri yang masuk uretra akan mudah terbuang bersama kencing yang keluar.


Jangan menahan kencing

Ini yang sering terjadi. Umumnya ketika sedang diperjalanan kebelet pipis, kita malas berhenti, sehingga keinginan untuk buang air kecil ditahan sampai merasa menemukan tempat yang tepat, atau menunggu sampai di rumah. Padahal itu bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah rawan terkena infeksi saluran kemih.


Kencing dulu, sebelum dan setelah melakukan sex

Melakukan hubungan sex juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya infeksi saluran kemih, karena ada kemungkinan bakteri masuk melalui aktivitas tersebut. Untuk menghindari hal itu terjadi, sebaiknya pipis sebelum dan setelah selesai melakukan hubungan sex, kemudian bersihkan dengan benar.


Pastikan area kemaluan selalu kering

Menjaga area kemaluan agar tetap kering dan bersih juga salah satu cara menghindari infeksi saluran kemih.


Gejala Dan Pengobatan

Terus, bagaimana sih agar kita tahu kalau terkena infeksi saluran kemih.


Di antara gejala yang saya rasakan sebelumnya adalah, Sering anyang-ayangan, terasa sakit di saluran kencing ketika buang air, dan kencing rasanya tidak tuntas.


Gejala lainnya bisa demam, gemetar, kencing berwarna (bisa kemerahan atau kecoklatan), dan sebagainya.


Jika kamu atau keluargamu ada yang merasakan hal tersebut, sebaiknya segera bawa ke dokter untuk peroleh nasehat dan pengobatan yang tepat.


Terakhir, semoga kita semua beserta keluarga selalu sehat, panjang umur, hidup berkah dan bahagia dunia akhirat.


*Dari berbagai sumber


Ida Raihan
Ida Raihan

Hanya Seorang Ibu Rumah Tangga Dengan Dua Orang Anak Yang Suka Menulis Dan Membaca

No comments:

Post a Comment