Membersamai Anak Sulung

Membersamai-Anak-Sulung



Blogger Balikpapan kenalan saya, mengulas mengenai meraih kepercayaan suami dalam pengelolaan financial di blognya. Ini membuat sayasemakin bersyukur, karena saya juga memiliki kepercayaan itu dari suami. Senang rasanya.

Istri mana sih yang tidak bahagia peroleh kepercayaan tersebut secara penuh dari suami tercinta? Pasti bahagia banget donk ya, apalagi jika semua gaji suami tumplek blek diserahkan ke kita semua untuk dikelola. Berasa sempurnaa menjadi seorang istri. Iya gak Mak?


Saya sih begitu. Alhamdulillah selama ini suami mempercayakan hal tersebut kepada saya. Berapa pun uang yang dia dapat, pasti diberikan kepada saya semua, untuk kemudian saya bagi ke pos-pos sesuai kebutuhan. Walaupun endingnya, terkadang emak kudu mikir keras agar bisa bertahan buat kebutuhan dapur selanjutnya, sampai mendapat uang kembali. Wakakakak.


Lalu bagaimana dengan pendidikan anak-anak? Dalam hal ini sih meskipun seorang istri sudah diberi kepercayaan penuh, tetap saja gak bisa sendirian melakukannya. istri tetap membutuhkan suami dalam mendidik anak-anaknya. Begitu pula saya yang memiliki dua anak aktif beda karakter.


Ci Sulung yang sangat aktif, kreatif, cerdas dan mandiri, sering membuat emaknya ini merasa kwalahan dan lelah, ada saja idenya setiap hari yang membuat emaknya ini menjatuhkan tangan kepadanya dan teriak-teriak. Duh yaa Allah ampuni aku. Maafkan Bunda ya Nak cantik shalihah.


Meskipun sering menangis saat menyaksikanya tertidur pulas, karena menyesal dan merasa kasihan pada balita 3 tahun itu, saya masih sering melakukannya lagi dan lagi pada keesokan harinya.


itu sebab terkadang, saya benar-benar lelah menghadapinya.


Masih banyak pekerjaan, badan kurang sehat tetapi ci Akak (anak sulung) menambah pekerjaan baru buat emaknya. Berantakin dapurlah, kulkas, kamar mandi, lemari, dan sebagainya. Yang paling menguras emosi adalah ketika dia mengaduk telor, tepung, minyak, sunlight. Ugh... lengket dan licin di mana-mana. Susah dan memakan waktu lama untuk membersihkan. ini sering membuat saya kehilangan kendali diri. Apalagi jika si bayik (si bungsu) ikutan rewel. Duh.


Terkadang belum kelar emak bersiin bagian dapur, eh doi masuk kamar mandi. Di sana, dia kembali "bikin kue ulang tahun" dari bahan, shampoo, sabun cair, pencuci wajah, odol, dan sebagainya. Apa saja yang dia temukan di kamar mandi.


Atau, berantakin lemari.

Sudah sebulan lebih, lemari saya kosong. Isinya hanya beberapa helai saja pakaian. Yang lainnya, masuk keranjang cucian (pakaian bersih yang baru diangkat dari jemuran) semua. Itu karena anak wedok mengeluarkan semuanya, dan kolom lemarinya dia pakai untuk manjat-manjat atau tiduran.


Kemudian, Kabur.

Ini sering membuat saya kalang kabut. Apalagi jika saya sedang tidak memakai jilbab, dan jilbabnya entah kemana.

"Gantungin Mak jilbabnya. Di belakang pintu atau di mana, yang mudah dijangkau kalo mendadak harua keluar." Begitu nasehat sebagian orang yang belum faham anak sulung saya.


Atau, "Simpen dong di tempat yang tidak terjangkau." Yang terkadang membuat saya ingin mengajak mereka untuk melihat kondisi tempat tinggal kami.


"Kunciin di lemari." Ini komentar sama kayak yang kedua. Hihi.


"Taruh di atas Mbak, taruh di ataaaas."


Begitulah, terkadamg saya cerita aktivitas anak karena biar saya sambil theraphy diri agar tidak emosi terus-menerus. Etapi terkadang justru saya berada di posisi "salah dan yang paling layak untuk disalahkan".


Jika sudah berhasil kabur, terlambat sedikit saja mengikutinya, maka dia akan segera sulit dicari. Kalau tidak ke gang sebelah, maka dia akan mainan di gardu yang dekat jalan raya yang sangat ramai kendaraan lewat.


Selain itu, di kampung kami juga ada sungai yang sangat dekat dengan rumah. Jadi membiarkan anak yang aktif keluar tanpa pengawasan sangat mengkhawatirkan, karena dia suka mencari hal baru, dan mudah bosan jika bermain dengan teman-temannya 


Anak Cerdas Yang Kreatif

Di satu sisi saya bangga sama anak sulung kami ini, sejak usia 7 bulan, dia sudah pandai manjat meskipun ketika itu baru bisa berdiri belum bisa melangkah.


Usia 10 bulan mulai jalan. Usia 12 bulan sudah bisa berlari, dan suka mengajak Bundanya main kejar-kejaran. Bicara pun sudah mulai jelas, meskipun terkadang kebalik. Seperti "usus" untuk kata "susu". Sudah pandai bersih-beraih rumah dari sampah. Semua yang tampak seperti sampah dia masukkan semua ke tong sampah. Termasuk sayuran di tampah yang hendak saya masak.


Anak Yang Mandiri Sejak Bisa Berdiri

Anak sulung kami ini juga sangat mandiri. Dia jarang sekali meminta bantuan untuk melakukan banyak hal. Seperti ketika haus, dia akan ke dapur sendiri. Jika dia tidak bisa mengambil, maka akan kembali lagi dan mendorong-dorong kursi untuk dia manjat.


Atau jika hendak mengambil yang di atas, dia akan menggunakan sapu untuk menjatuhkannya.


Semoga sehat terus, Nak. Sukses dan bahagia dunia akhirat. Bunda haruanya sangat bersyukur bisa memilikimu, 


Ida Raihan
Ida Raihan

Hanya Seorang Ibu Rumah Tangga Dengan Dua Orang Anak Yang Suka Menulis Dan Membaca

16 comments:

  1. Kebanyakan sulung memang mandiri banget kak Ida.
    Kalo dulu saya selalu melibatkan sulung dalam mengurus adik. Usia 3 dia udah punya dua adik. Makanya dia jadi mahir sekali mengurus adiknya. Saya suka kasian liat sulung kalo adeknya yang berantakin rumah dia yang kena marah.

    ReplyDelete
  2. Biasanya anak sulung lebih mandiri ketika muncul adiknya. Tentunya sebelumnya sudah disiapkan untuk mandiri

    ReplyDelete
  3. Maasya allah.. Semoga anak sulungnya sehat wal'afiat yaa, mak. Sebagai sesama anak sulung, aku pun begitu, mak. Suka bikin ibukku dulu jadi rocker dan entah mengapa aku juga jago ngumpet dan tau banget kalo pas mau dimarahin

    ReplyDelete
  4. saya salah satu anak sulung dan sekarang memilih hidup sendiri hehehe

    ReplyDelete
  5. saya salah satu anak sulung dan sekarang memilih hidup sendiri hehehe

    ReplyDelete
  6. Semoga anaknya selalu sehat dan aktif ya mba, pastinya seneng banget ya bisa melihat tumbuh kembang anak dengan tingkah nya setiap hari.
    Yang namanya anak anak pasti adakalanya lagi aktif dan pasti bikin berantakin rumah padahal udah dirapiin,tapi itu semua tetap dinikmati ya mba sebagai orang tua.
    Semangat mba, dan semoga aku dan suami juga dikasih kepercayaan dari Allah SWT, Amin.

    ReplyDelete
  7. bener haha, tapi kakakku itu meski berontak banget di rumah, paling gak bisa jauh dari rumah. dari sekolah, kuliah sampai nikah juga tetap di rumah orang tua. malah saya yang bungsu bisa kemana-mana. dari kuliah udah ngekost, sampai nikah pun ikut suami gak ditinggal sama orangtua hihi.

    ReplyDelete
  8. Anak sulung memang nantinya pasti akan lebih mandiri dibanding adik-adiknya sih kak, tapi terkadang capek juga beban jadi anak sulung, lebih besar tanggung jawabnya.

    ReplyDelete
  9. Tentang si akak yang suka bikin adonan kue dari sabun, shampoo dan pasta gigi ini aku dulu juga sering melakukan lho... Hihihi masih ingat karena dulu sudah sd soalnya. Rasanya happy aja aduk-aduk gitu padahal itu bikin emak esmosi ya wkwkkwkw kebayang dulu emosinya ibuku gimana.

    ReplyDelete
  10. wow sulunng aktif bgt, umur brp mbak? namanya anak dia belajar reaksi ibunya mbak. "oh ibu aku marah kalau begini, aku begini terus ah" kalau kita ga kasih tau mana DO and DONTS nya. tapi kata bu elly risman jg anak2 balita mmg blm banyak nyambung neuronnya jadi mmg perlu dibilang berkali2 sampe dia paham...semangat membersamai si sulung mbak ida

    ReplyDelete
  11. Anak sulung apalagi jika usia dengan adiknya berdekatan maka akan cenderung mandiri ya mbak. Sehat selalu utk anaknya

    ReplyDelete
  12. Namanya juga anak anak... nikmati aja prosesnya bund... setidaknya jadi ada bahan cerita buat masa depan dan bahan tulisan sekarang.. dan saya jadi menikmatinya sembari ikutan belajar menjadi orang tua yang baik

    ReplyDelete
  13. Biasanya saya kalo udah kewalahan menghadapi anak, saya berdoa 'Ya Allah Ya Lathif' tiupin ke air putih trus saya minumin ke si kecil air putih yg udah saya doakan

    ReplyDelete
  14. Anak sulung saya bakal lahir beberapa bulan lagi. Gak sabar jadinya pengin nerappin yang udah mbak tulis ini pas dia besar nanti :D

    ReplyDelete
  15. Kalau kakak aku malah kebalik deh, dia lebih demen merantau dan kalau di rumah duh lebih galak dari mama hahaha... Mungkin karena anak sulung dan merasa paling besar, tapi soal mandiri gak bisa dibohongi, asli mandiri banget dia

    ReplyDelete
  16. Kebanyakan anak sulung memang lebih mandiri ya kak, Hihihi. saya juga sulung, memang apa-apa sendiri.

    ReplyDelete