0
Home  ›  Kehidupan

Cooking Class Bersama Kecamatan Benowo - Surabaya

"Cooking class bersama Chef Peggy Violeta, Menu Pencegahan stunting, tips mencegah stunting"

Chef-Peggy-Violeta

Banyak yang sepakat, bahwa Ibu adalah koki terhebat sepanjang masa dalam kehidupan keluarga. Terutama untuk anak-anaknya. Masakan Ibu adalah kerinduan sepanjang hayat.


Memang, tidak ada yang mengharuskan perempuan itu wajib bisa memasak. Apalagi memasak itu bukan soal gender. Banyak restoran terkenal yang kokinya adalah seorang pria, dan masakan mereka membuat banyak orang ketagihan untuk kembali lagi, dan lagi. Namun,  bagi kaum Ibu, memiliki ketrampilan memasak tentu akan berbeda. Ketika seseorang memasak untuk pertama kalinya, kemudian memberikannya kepada orang yang dia cintai, lalu peroleh pujian, bisa dipastikan hatinya akan langsung berbunga. Bahagia. Tidak terkecuali dengan kaum Ibu. Alhasil itu akan memacu semangatnya untuk terus meningkatkan skill memasaknya.



Para Undangan

Ketika anak-anak telah dewasa, mencari dan menemukan kehidupannya masing-masing, ditakdirkan tinggal jauh dari orang tuanya, bisa dipastikan mereka akan selalu merindui kedua orang tuanya, dan juga masakan ibu! Pernah mengalami? So, mari belajar memasak, Bu. Anakmu akan terus merindui masakanmu. Percayalah!


Cooking Class di Kecamatan Benowo - Surabaya


Awalnya saya tidak tertarik untuk mengikuti kelas ini. Selain saya tidak suka memasak, juga mempertimbangkan anak-anak yang membutuhkan pengawasan extra, terutama anak sulung. Biasanya saya menitipkan mereka ke Ayahnya, etapi karena ayahnya harus bekerja, jadilah kami titipkan ke Utinya. Selama ini selalu baik-baik saja. Aman. Hanya saja, Anak Sulung kami memang unik.


Pernah di satu kesempatan, saya menitipkan anak sulung ke utinya ketika saya sedang ada rapat di kelurahan. Saat itu, Anak Sulung sedang sekolah (TK A), dan pulang jam 09:30, saya pergi membawa anak bungsu saja karena rapat dimuali jam 09:00.


Dengan Chef Peggy 

Saat acara berakhir, saya tidak menunggu yang lain buyar, saya langsung menuntun ci bungsu dan keluar ruangan, lalu berjalan pulang. Di perempatan jalan (lampu merah jalan raya besar), saya melihat ada anak seusia Si Sulung mengenakan kaos merah seragam sekolah, menyusuri pinggir jalan raya, dan terlihat hendak menyeberang. Hati saya berdebar kencang, khawatir itu anak Sulung kami.


Di dorong oleh rasa hawatir, akhirnya saya bertanya Ci Bungsu, "Dek, itu kakak bukan yang di jalan?"

"He'eh, A Ak," jawab Ci Adek. Seketika saya bopong tubuh mungilnya, dan berlari semampu mungkin menghindari mobil, untuk meraih Si Sulung. Jangan sampai dia menyeberang, sangat berbahaya.


Sekian menit kemudian, saya sampai di tempat anak sulung berada, setelah melalui 4 penyeberangan. Saya hampir menangis saat mendapati Si Sulung yang berdiri di lampu merah, dengan wajah kotor penuh coretan dan dekil.

"Kakak mau nyusul, Bunda?" tanya saya seraya mengajaknya menepi.

"Iya," jawabnya. Tubuh saya langsung terasa lemas.


Sangat Shock mendapati Ci Sulung hampir menyeberang di jalan raya yang selalu padat kendaraan



Malamnya saya mengalami kegelisahan saat tidur, beberapa kali kaget, dan mendadak terbangun, seolah kembali melihat Anak Sulung kami di tepi jalan dengan wajah kotor dan lusuh. Pikiran saya melayang ke hal yang tak seharusnya saya pikirkan. Kecelakaan, penculikan. Astagfirullah.


Padahal itu hanya ditinggal ke toilet sebentar sama Utinya, dia sudah kabur sampai ke jalan raya. Tidak ada yang salah di sini. Anak Sulung kami, terkadang memang sulit dikendalikan.


Dari pengalaman itu, batin saya berperang antara ingin keluar dari KSH, dan fokus mengurus anak-anak di rumah, juga ingin lebih bermanfaat untuk banyak orang. Saya menyukai kegiatan KSH. Pertemuan di luar juga terkadang menjadi hiburan agar saya tidak jenuh dengan kegiatan rumah tangga.


Setelah mengobrol dengan teman sesama KSH dan Koordinator, saya peroleh win-win solution, yang akhirnya memutuskan tetap lanjut dengan kegiatan KSH.


Akhirnya here I come! Saya ikut belajar memasak di Kecamatan Benowo hari ini. Dan peroleh banyak ilmu dari Chef dan semua Narasumber.


Berangkat Ke Acara




Setelah pertimbangan singkat, saya memutuskan ikut acara Cooking Class di kantor kecamatan Benowo. Ayahnya siap dititipi anak-anak hingga jam 11 siang. Selanjutnya akan dititipkan ke Utinya lagi sepanjang menunggu saya pulang, sekitar satu jam kemudian.


Saya berangkat ke kelurahan jam 07:55 dengan diantar ayahnya. Kami, 10 orang perwakilan kader dan PKK, berangkat ke kecamatan Benowo dengan naik mobil yang disediakan oleh kelurahan. Jam 08:30an kami berangkat.


Pembukaan Oleh MC


Pak Camat Benowo memberi sambutan


Acara dibuka oleh MC pada pukul 9 lebih, tetapi saya tidak memperhatikan lebihnya berapa. Sibuk jepret-jepret ambil poto buat ilustrasi postingan ini. Wakakkakak.


Pembukaan dilanjut dengan nyanyian lagu Indonesia Raya, yang selalu berhasil membuat merinding bulu kuduk. Lanjut menyanyikan lagu Mars PKK. Lanjut lagi sambutan dari Bu Camat Benowo - Berlian Beatrix, yang sekaligus seorang Dokter Umum di Rumah Sakit Dr. Suwandi -  Surabaya. Kemudian dilanjut lagi sambutan oleh Pak Camat Benowo, Deni C Tupamahu, yang membuat suasana menjadi semarak dengan ciri khas beliau yang renyah dan selalu membuat audiens tertawa. Lanjut lagi game tanya jawab tentang stunting, sebelum akhirnya masuk ke acara inti, yaitu memasak.


Bu Camat Benowo memberi sambutan

Pencegahan Stunting Bersama SHE Radio 99.6 FM


Cooking Class yang diikuti oleh KSH (Kader Surabaya Hebat) dan Ibu-Ibu PKK sekecamatan Benowo ini mengangkat tema "Pencegahan Stunting Pada Anak Usia Dini". Menghadirkan Chef Profesional Peggy Violeta, dengan tiga menu yang disukai anak-anak.


Fried Noodle With Fish

Finger Teriyaki Sauce

Butterfly Pea Tea (minuman)




Jujurly, saya tidak ada ide, jika ketiga masakan itu bakal disukai anak-anak, terutama kedua anak kami yang seringkali menolak makanan berjenis nugget. Apalagi yang mengandung ikan. But it's oke, menu kali ini pan bukan buat anak saya sajah, wakakakak. Namun buat semua anak, dan tentu saja sudah disesuaikan agar bisa diterima oleh lidah anak pada umumnya.


FIY: Chef Peggy Violeta juga pemilik usaha Omah Risol, Gaes. Bisa cek officialnya di instagram. Beliau juga tergabung dalam Asosiasi Chef Indonesia (ACI)


Tujuan Kegiatan Cooking Class



Acara yang bekerja sama antara kecamatan Benowo, dan SHE Radio 99.6 FM, ini memiliki tujuan, atau upaya agar masyarakat Surabaya dan masyarakat Indonesia umumnya terbebas dari stunting (zero stunting).


Lalu Stunting Itu Apa Sih?


Saya rasa semua orang sudah tahu ya apa itu stunting. Yaitu kondisi di mana seorang anak memiliki perkembangan yang tidak sesuai dengan usianya. Atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi yang berulang, sehingga tinggi dan berat badan anak menjadi tidak sesuai, alias di bawah standar. Duh kasihan kan Gaes, kalo ngeliat ada anak yang tubuhnya kecil terus. Jadi mumpung belum terlambat kudu dicegah sejak dini.


Kesimpulan


Selain peroleh ilmu memasak, pemahaman tentang stunting, acara seperti ini juga dapet mengeratkan hubungan antara KSH, PKK, Team Kesehatan, pejabat terkait, dan masyarakat luas.


Terakhir, kita icip-icip hasil masaknya. Yummy...




Surabaya, Sabtu, 04 Februari 2023 (11:18)




29 comments
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS