BLANTERVIO103

Anmum Lacta Sahabat Ibu Saat Sedang Menyusui

Anmum Lacta Sahabat Ibu Saat Sedang Menyusui
08 November 2021

Review+Susu+Unmum





Hamil, menjadi seorang ibu kemudian menyusui, adalah dambaan hampir semua wanita yang telah menikah. Kehadiran buah hati yang sehat, dan ceria bisa menjadi pelengkap kebahagiaan bagi sebuah rumah tangga. Setuju kan Mak?

Bicara soal kehamilan, dulu ketika kami baru menikah, berbulan-bulan di tahun pertama saya belum juga hamil. Sekalinya hamil pas pernikahan menginjak tahun kedua, dokter justru menyarankan agar saya melakukan kuretasi karena kehamilan saya terdeteksi sebagai blighted ovum, kehamilan kosong. Sedih banget deh Mak, apalagi saya tu termasuk yang terlambat menikah. Jadi dulu itu inginnya, begitu menikah bisa langsung hamil dan memiliki anak. Namun apalah daya, kehendak Allah pasti yang terbaik, ya kan?

Tiga bulan kemudian saya hamil lagi. Sayangnya kehamilan saya kali itu diwarnai dengan berbagai macam drama. Dari yang mabok parah, hingga tepar tak berdaya di atas pembaringan selama sekitar enam bulanan. Stres karena mendengar suami yang mau dikirim ke Kalimantan oleh perusahaan, hingga pasca kelahiran si buah hati dan proses menyusui.

Yupz, dua kali hamil dan menyusui semuanya drama saya tu..

Proses Kelahiran Secar

Saat itu saya hanya berniat USG untuk memeriksakan kondisi janin yang saya rasakan tidak ada lagi gerakan, setelah dua malam sebelumnya bergolak terus di dalam perut. Suami yang saat itu masuk kerja pagi, terpaksa meninggalkan saya sendirian di depan gerbang rumah sakit. Dia melanjutkan perjalanan menuju tempat kerja, sementara saya mendaftar dan mengantri bertemu dokter kandungan, di salah satu rumah sakit swasta di daerah Cikarang. Sayangnya, usai pemeriksaan, dokter langsung menyimpulkan agar saya menjalani secar hari itu juga. Air ketuban yang sudah berkurang, oksigen yang lemah, dan hemagoblin yang hanya di angka 7 (normalnya 12), juga bayi di dalam perut yang gerakannya mulai lemah membuatnya harus segera dikeluarkan.

Saat itu juga saya menelepon suami agar kembali dan menemani. Lalu menelepon Mamak di Lampung untuk meminta doa. Sayangnya, hari itu saya tetap menjalani proses secar tanpa satupun keluarga yang menemani. Suami, satu-satunya keluarga saya yang ada saat itu, sedang diperintah oleh perawat untuk mengambil kebutuhan yang akan saya gunakan pasca secar, pergi dari jam 10 pagi dan baru kembali setelah saya selesai menjalani operasi. Padahal saya dioperasi pada pukul 13:00. Dan ini menjadi cikal bakal baby blues berkepanjangan yang harus saya lalui.

Bayi Masuk Nicu, Harus Stok Asi Banyak

Kelahiran dengan proses secar itu sendiri sudah menjadi hal yang sangat menakutkan bagi saya ketika itu. Ditambah dua hari kemudian bayi pertama kami harus masuk nicu karena muntah-muntah. Saat itu saya bingung kenapa bayi saya bisa muntah, ada yang bilang mungkin karena ASI tidak enak, panas atau pedas,. Entahlah, karena seharusnya sih tidak mungkin ya. Yang jelas saya menjadi down sekali. Apalagi saat itu saya tidak kepikiran dan belum banyak informasi mengenai ASI yang saya miliki. Juga belum familiar dengan susu yang bisa menjadi andalan ibu menyusui. Padahal ada banyak susu yang bisa menjadi sahabat ibu menyusui ya, salah satunya adalah Anmum Lacta. Ah gemaas, kenapa saya selambat ituh, padahal suka mainan sosial media. Hikz, hikz...

Kelahiran kedua, sama. Bayi masuk Nicu, dan perlu dilaser. Awalnya karena terlihat beberapa kali muncul bercak-bercak merah di wajah si bayi, perawat mengatakan, kemungkinan alergi dari makanan yang saya konsumsi. Alhasil pengalaman dengan anak sulung, saya harus lembur merah ASI semalaman suntuk untuk bayi pun terulang. Untungnya pada anak kedua ini saya sudah menjadi emak gaul. Jadi saya tahu harus bagaimana. Salah satunya adalah konsumsi sesuatu yang bisa membuat ASI lebih banyak, bernutrisi, dan dapat memenuhi kebutuhan emak dan bayinya.

Tahu susu Anmum Lacta kan, Mak?

Review+Susu+Unmum


Para emak millenial pasti tahu dong apa itu susu Anmum lacta? Yaitu susu yang bisa membantu para ibu menyusui peroleh tambahan nutrisi agar produksi ASI semakin lancar, berlimpah dan berkualitas. Sehingga mengASIhi tidak ada lagi drama berepisode. Dengan begitu, emak bisa tenang dan bahagia membersamai dan mencukupi kebutuhan si kecil.

Dengan kandungannya yang pas, seperti, susu bubuk tanpa lemak, serat pangan inulin, kalsium karbonat, DHA dan lain-lain, yang sangat penting untuk menunjang semua kebutuhan ibu menyusui, susu Anmum Lacta tentu sangat bisat dijadikan sahabat bagi para ibu menyusui. Sehingga ibu dan anak sehat dan ceria selalu. Dambaan banget kan Mak memiliki anak sehat, kuat dan tumbuh dengan baik?

Jadi teringat saat saya positif covid-19 beberapa waktu lalu, makan apa saja susyaaah nelannya. Sementara si bayi harus terus disusui. Maklum dia juga terpapar, jadi mintanya nenen terus, karena lidah kami semua sedang tidak enak makan. Jangankan makan, mencium baunya saja sudah keliyengan duluan ini kepala. Namun sebagai seorang ibu, saya harus terus berjuang. Menyiapkan ASI terbaik untuk buah hati kami. Alhamdulillah akhirnya semua terlewati, dan saya masih bisa melanjutkan menyusui bungsu kami dengan rasa bahagia hingga hari ini. Semangat ya para Busui, ada susu Anmum Lacta yang siap menemani!

Share This Article :
Ida Raihan

TAMBAHKAN KOMENTAR

1897012769711992300