3 Hal Yang Dipelajari Bayi Dalam Kandungan



Memiliki anak yang tumbuh sesuai dengan usianya tentu menjadi dambaan semua orang tua. Ada kebahagiaan ketika setiap harinya anak memiliki perkembangan baru.


Dulu ketika Nurul (saat ini 25 bulan) baru mulai bisa bicara, dia sering menggunakan bahasanya sendiri. Bahasa yang entah dia dapat dari mana, karena keseharian dia hanya bersama saya, dan bahasa yang dia gunakan bukan bahasa yang saya ajarkan. Dia seperti memiliki kamusnya sendiri. Kamus bahasa bayi mungkin. Hehe…

Di antara contoh bahasa Nurul adalah:
“Vlue” artinya uang.
“Ammah” artinya gendong.

Dan banyak lagi bahasa yang dia keluarkan sendiri. Yang hanya bisa difahami oleh emaknya. Karena memang satu-satunya orang yang selalu ada bersamanya. Ketika itu usia Nurul baru 15 bulan.

Kini, Nurul sudah hampir 26 bulan. Bahasanya mulai banyak. Mulai bisa mengungkap kalimat tiga sampai empat kata. Bahkan sekali dua mulai bisa lima kata. Dia juga sudah mulai nyambung diajak ngobrol. Alhamdulillah

Terkadang dalam keseharian bersamanya, saya masih sering dibikin heran olehnya. Pasalnya dia beberapa kali mengungkapkan kata yang selama ini belum pernah diperdengarkan kepadanya. Contohnya, beberapa hari lalu, saat Daerah kami diliputi mendung, dan cuaca gelap karena memang sudah senja juga, Nurul yang sedang bermain di pintu bermaksud mengikuti saya turun ke halaman samping rumah untuk mengangkat jemuran. Seketika saya pura-pura berlari ke dalam seraya berkata, “Hii gelaap takuuut, hayuuuk masuuk.”




Nurul langsung menyahut, “Hiii, takut, iayaaap.” Hiii takut, tiaraap. Seraya menelungkupkan tubuh dan mukanya ke lantai. Nurul membuat posisi tiarap. Jelas saya terheran-heran, dari mana coba anak ini mengenal kata “tiarap”?

Kejadian selanjutnya kemarin sore. Sama jelang maghrib. Saya mengajaknya masuk ke kamar. Seperti yang saya lakukan sebelumnya dengan sedikit menakutinya (karena ini anak susah dirayu, jadi terpaksa saya menggunakan cara ini) akhirnya dia mau masuk. Sambil berlari dan menutup pintu, Nurul berkata, “Tutup pintu ada setaaan.” Nahloh, ini anak belajar dari mana coba, tahu setan segala?

Seketika saya berfikir, Mungkinkah bayi memang benar-benar mempelajari segalanya sejak berada dalam kandungan? Termasuk kata-kata? Didorong rasa penasaran, saya pun coba googling.
Adalah benar. Bayi sudah belajar sejak dalam kandungan. Terutama tiga hal berikut:

1. Tentang Bahasa.
Nah, ini dia. Mengenai bahasa yang tiba-tiba diucapkan anak, padahal belum pernah diperdengarkan secara langsung di depannya. Saya ingat, ketika sedang hamil dia, kami (saya dan ayahnya) memang pernah membahas masalah setan ketika maghrib datang. Semua pintu, jendela, dan wadah air yang harus ditutup. Tidak menyangka jika itu ternyata terekam di memory anak.

2. Tentang Suara
Bayi dalam kandungan bisa membedakan suara-suara uang ia dengar di luaran. Dia bahkan bisa membedakan mana suara ibunya, mana yang bukan.

Para ilmuwan Finlandia yang melakukan penelitian dengan mengelompokkan para ibu hamil yang suka memperdengarkan lagu pengantar tidur dengan yang tidak, mendapati, bahwa ketika sudah terlahir, bayi dalam kandungan yang ibunya  suka memperdengarkan lagu pengantar tidur akan lebih responsif saat diperdengarkan lagu. Sedangkan yang tidak pernah diperdengarkan, dia tidak ada reaksi apa pun saat diputerkan lagu.

3. Tentang Rasa
Bayi dalam kandungan juga bisa mengenali rasa. Biasanya apa yang sering dimakan oleh ibunya ketika sedang hamil, maka ketika anak sudah mulia pandai mengunyah, dia pun akan ikut suka memakan apa yang dimakan ibunya ketika hamil. Dan itu memang benar sekali. Ketika saya hamil Nurul, saya suka sekali ngemil es batu. Setiap hari saya membuat es batu. Karena hobi ngemil es batu ini tidak pandang waktu. Mau siang, malam, tengah malam, hujan, panas, saya harus ngemil es batu. Dan ketika Nurul mulai bisa memegang, dia pun mulai suka makan es batu. Bahkan hingga kini, jika emaknya teledor sedikit saja, maka akan menemukan Nurul sedang asyik di depan kulkas, ngambilin es atau kembang es di freezer untuk dimakan.

Profesor Peter Hepper dari Universitas Queen di Belfast yang melakukan penelitian pada ibu hamil yang suka makan bawang putih, hasilnya anak yang dilahirkan pun suka pada bawang putih. Begitu juga pada ibu hamil yang suka konsumsi jus wortel.
Keren ya… Jadi apa yang ditirukan anakmu, Mak? 

Yuk Mak ceritakan, selain ketiga di atas, pasti ada lagi kan? Share ya Mak...

Comments

  1. wah jadi anak itu menirukan hal saat ibunya hamil ya..huhu gmn dong mba, hamil ke3 ini saya gasuka dideketin kucing, alasannya karena khawatir pup di dalam rumah repot ... tp kalau ada makanan lebih inshaallah dikasihkan ke kucing. saya suka khawatir aja, pernah diingatkan anak nanti ada balsannya kalau usir kucing dr dalam rumah
    ah semoga sih anak saya nanti sehat2 dan meniru yg baik dengan memberi makan makhluk Allah :(

    ReplyDelete
  2. Bener sih.. yg dilakukan ibuk saat hamil si anak.. jadi kelakuan si anak setelah lahir.. heheh. Misal urusan makanan.. Alhmdulillah waktu hamil gak mabok.. jadi doyan makan. Alhmdulillah anak2 jadinya doyan makan juga hehhe

    ReplyDelete
  3. Emang seru ya kalo anak2 menirukan apa yg kita makan dan lakukan. Skrg anakku suka makan yg pedas :) ya wlpn gak pedas2 amat sih. Tp minimal dia gak sensitif sama rasa pedas kayak lada gitu. Kalo anak lain kan ada yg spt itu :)
    Plus anakku doyan bgt makan mie ayam. Krn sejak hamil aku gila banget makan mie nya :)

    ReplyDelete
  4. Aku lupa hahah..karena udah gede anaknya
    Tapi seingatku waktu hamil si sulung itu aku suka banget sama fast food..ya pizza,burger, fried chicken ..dan segala rupanya. Padahal aku tinggal di Pangkalan Brandan, 80 km dari Medan..kebayang perjuangannya beli, mesti nitip teman dll kwkwk
    Sekarang anakku itu makanan kek gitu duh..seneng banget, padahal adiknya enggak

    ReplyDelete
  5. Wah bisa gitu ya? Mudah2an yang jelek2 di aku nggak ditiru anak-anakku. Kadang nggak sengaja juga, namanya udah kebiasaan kadang lupa kalau anak-anak sedang memperhatikan.

    ReplyDelete
  6. waktu hamil anak pertama, saya bener2 puasa pedas. taku2 gimana2 ke kandungan kalau makan pedas. eh sampai sekarang, usia 8 tahun si sulung masih nggak doyan pedas. paling baru tahan pedesnya cabe di mie instant itu deh. nah hamil kedua sudah rada slebor. berani aja makan pedas. dan si kedua rada berani pedas dibanding mas-nya ^_^

    ReplyDelete
  7. Ngomongin bayi dalam kandungan, bikin inget masa-masa hamil semua anak-anakku. Yang paling inget, adalah saat hamil anak ke-3. Soalnya saat itu aku banyak sedih dan nangis. Jadinya anakku sekarang gampang melow. Bener banget, bayi itu ngerasain kita. So buat para ibu hamil, ayo selalu bahagia dan gembira. :)

    ReplyDelete
  8. Setuju mba.. banyak stimukus baik dalam kandungan, yang jelas ibu dan calon ibu harus bahagia.. ❤

    ReplyDelete
  9. Wah aku jadi ingat cerita wayang tuh. Waktu abimanyu masih dalam kandungan, Arjuna pernah membabarkan strategi perang ke istrinya, Sembadra, yang sedang mengandung Abimanyu. Memori tentang strategi perang itu ternyata terekam dalam memori abimanyu yang masih di dalam kandungan. Alhasil saat besar, ia bisa mengerti tentang strategi itu tanpa diajari sebelumnya..

    ReplyDelete
  10. Ooh gitu ya. Baru tahu aku. Pantesan ya katanya Kalo ngajak ngobrol bayi dalam kandungan itu dianjurkan.

    ReplyDelete
  11. Jadi ingat jaman hamil anak-anak dulu pun, aku juga ngajakin mereka ngobrol. Apalagi waktu anak kedua, si kakak pun ikutan minta bicara sama adik yang masih di dalam perut

    ReplyDelete
  12. Aku pas hamil doyan banget sus buah buatan ibu mertua dan soto banjar, eh tiga anak semuanya juga ikutan doyan pake banget

    ReplyDelete
  13. katanya kalau pas lagi hamil, anak dalam kandungan juga mendengarkan yah mba? jaid bagusnya diperdengarkan mutottal alquran misalnya atau musik relaksasi

    ReplyDelete

Post a Comment

back to top