Pages

25 April 2018

Berkali-kali di tolak Wanita, Pria Ini Peroleh Istri Lulusan Universitas Terkemuka, Sekaligus Seorang Konsultan Perusahaan

Namanya Musa, terlahir dengan kondisi sempurna dengan anugerah wajah yang lumayan ganteng. Dibekali dengan pemahaman agama yang mumpuni. Musa bisa dikata pria yang layak menjadi idaman wanita. Sayangnya sebuah kecalakaan lalu lintas menjadikannya harus rela kehilangan saraf penggerak di bagian tubuh sebelah kanannya, ketika ia mulai serius untuk mencari pendamping hidup. Jalan hidup Musa pun seketika berubah.

Dengan keadaan seperti itu Musa menjadi sedikit kesulitan untuk mendapatkan seorang pendamping hidup. Setidaknya tidak kurang dari lima kali ia ditolak dengan halus oleh beberapa wanita yang pernah diproses ta'aruf (istilah Islam dalam proses menuju pernikahan) dengannya. Bersyukur, Musa bukan type pria yang mudah menyerah. Meskipun beberapa kali ditolak dengan berbagai alasan, Musa tetap berusaha. Tetap berani mengajukan proposal nikah kepada wanita yang ia yakini bisa mendampingi perjalanan hidupnya.


Hasil Tidak Akan Pernah Mengkhianati Usaha



Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Kalimat tersebut sangatlah cocok untuk seorang Musa saat ini. Meskipun telah berkali-kali ditolak, Musa tetaplah seorang pejuang yang tangguh. Dia tidak pernah berputus asa dalam memperjuangkan pernikahannya. Ketika satu proses telah tertutup dengan berbagai alasan pihak si wanita untuk mundur, Musa berani langsung mengajukan proses dengan wanita lain yang berkualitas. Tentu saja tetap sesuai jalur keyakinan yang dianutnya. Kali ini dikenalkan oleh salah satu kenalan baiknya. Seorang wanita yang sedang proses menyelesaikan S2nya. Maryam namanya.

Seorang wanita yang memiliki ketulusan seluas samudera. Seorang wanita kelulusan Universitas terkenal di Indonesia. Juga seorang konsultan sebuah perusahaan. Dan yang jelas, shalihah!

Allah membayar tunai perjuangan Musa.

Jika selama ini Musa sering ditolak dengan alasan ‘takut sengsara' oleh sebagian wanita yang dia dekati, Maryam justru memberikan jawaban luar biasa saat ditanya, “apakah tidak takut menjalani kehidupan yang sulit jika menikah dengan Musa?” Jawaban Maryam cukup membuat Musa tercengang.

“Cukuplah kita hidup sederhana. Ada Alloh yang maha segalanya. Dialah tempat sebaik-baik meminta dan Dialah sebaik-baik tempat bergantung.” Masya Allah indah sekali bukan jawabannya?

Hikmah Dibalik Kisah Musa

Ada hikmah di balik kisah Musa di atas. Beberapa pelajaran penting yang patut dicontoh. Di antaranya.
Kesabaran: Meskipun Allah menguji dengan diambilnya sebagian fungsi tubuh kanannya, Musa tidak mengeluh apalagi menghujat Tuhan.

Pantang Menyerah: Berkali-kali mengalami penolakan, Musa tetap tidak menyerah untuk terus berjuang dan mengajukan proposal kepada para Ustadznya.

Tidak menggantungkan harapan kepada manusia: Musa sadar betul, bahwa perjalanan hidupnya adalah ketentuan dari Rabbnya. Karena itulah dia terus-menerus menggantungkan harapan hanya kepada-Nya.

Kini, mereka telah dikaruniai seorang putri, yang cantik nan lucu.

Berharap ada hikmah yang bisa petik dari perjalanannya, Musa berpesan kepada pembaca di manapun berada, khususnya mereka yang terkadang masih suka meniadakan Allah dalam hidupnya. Mengutip dari perkataan Syaikhul Islam Ibnul Qoyyim Rahimahullah: “Tidaklah Alloh menutup satu nikmat dengan hikmah-Nya, melainkan Allah akan membuka dua pintu nikmat dengan rahmat-Nya.” Subhanallah. Indah sekali ya?

Hikmah lainnya menurut Musa, apapun yang Allah takdirkan atas diri kita, hatta yang tidak mengenakan bagi diri kita, yakinlah bahwa akan ada kebaikan dan hikmah atas kejadian tersebut.

“Dua hal tersebut adalah bagian dari perjalanan hidup saya dan perjalanan saya menuju Allah.” Ungkap Musa. Semoga, langgeng, bahagia dunia akhirat, Musa dan keluarga.

Tabik
Ida Raihan 
Rabu, 25 April 2018 (14:29)

1 comment:

  1. Berasa baca kisah di majalah Hidayah, hehehe..

    Sabar dan syukur, kuncinya ya...

    ReplyDelete