Bermain Bersama Anak-anak Sambil Berbisnis, Dengan Bisnis Daycare


Siapa yang tak mau menjalankan bisnis diselingi dengan bermain? Nah, bagi Anda yang senang dengan anak-anak kecil, ternyata keseruan tersebut bisa dijadikan sebagai peluang usaha dengan keuntungan besar, yakni dengan menjalankan bisnis daycare rumahan. Mengapa bisnis ini bisa diselingi dengan kegiatan bermain? Terlebih bisnis ini memang menjadi salah satu bisnis yang menyenangkan, karena dikerjakan seperti bermain.

Bisnis daycare menjadi bisnis yang memiliki prospek cerah


Tidak hanya itu, bisnis daycare rumahan juga terlihat memiliki prospek cerah, dimana saat ini banyak para orangtua yang super sibuk, karena pekerjaan dan karirnya. Sehingga, mereka tidak memiliki banyak waktu untuk bermain bersama anak, apalagi mengasuh, dan penitipan anak atau daycare di sini, tentunya sangat dibutuhkan. 

Bisnis daycare hanya menyasar golongan menengah ke atas


Namun, adanya bisnis daycare rumahan ini juga, memiliki pasar tersendiri. Dimana pasarnya adalah menyasar golongan menengah ke atas, yang notabene adalah orang super sibuk dalam pekerjaannya. Meski Anda bisa menjalankan bisnis ini di rumah sendiri, namun setidaknya bisnis daycare rumahan yang akan Anda bangun berada di daerah perkotaan. 



Hal itu dikarenakan, jika Anda membuka bisnis daycare rumahan di daerah pedesaan, akan sangat jarang untuk dibutuhkan. Bahkan, di pedesaan hampir tidak ada orangtua yang super sibuk dengan pekerjaan seperti halnya di perkotaan. Sesibuknya orangtua di pedesaan, mungkin hanya pergi ke pasar, ke sawah atau ke sungai, di mana mereka pasti akan mengajak anak-anaknya.

Memanfaatkan ruangan kosong dan lahan rumah yang luas


Sehingga, jika Anda menekuni bisnis ini, Anda hanya cukup menjadikan beberapa ruangan rumah Anda untuk dijadikan tempat bisnis daycare rumahan. Terlebih, jika memang Anda mempunya lahan atau pekarangan rumah yang luas, hal ini bisa lebih menguntungkan, sehingga Anda tidak perlu lagi menyewa tempat. 

Namun, jika rumah Anda tidak memungkinkan, mungkin menyewa tempat menjadi solusi yang tepat. Akan tetapi, akan lebih baik menggunakan lahan rumah sendiri, agar keuntungan bisa lebih besar, ketimbang harus menyewa tempat. 

Menyediakan berbagai fasilitas  

Untuk bisa membuka bisnis daycare rumahan, tentunya Anda perlu modal yang juga lumayan besar. Karena, Anda membutuhkan banyak barang-barang yang nantinya digunakan sebagai fasilitas daycare rumahan. Seperti, peralatan bayi mulai dari peralatan makan, mandi, bermain, hingga tempat tidur. 

Tidak lupa fasilitas lainnya seperti AC dan CCTV. Karena kedua barang tersebut setidaknya menjadi syarat yang penting, agar bisa meningkatkan kepercayaan orangtua dan bisnis daycare rumahan milik Anda. Sehingga, orangtua juga tidak segan untuk menitipkan sang buah hatinya. 

Mencari tenaga pekerja sebagai pengasuh anak 

Selain, menyediakan berbagai fasilitas, Anda juga perlu mencari tenaga kerja bantuan yang handal, dalam bidang tersebut. Karena, tidak mungkin rasanya Anda mengasuh beberapa anak sendirian. Pasalnya mengasuh anak juga merupakan tanggung jawab yang besar. 



Carilah pengasuh yang bisa merawat anak dengan penuh kasih sayang, mendidik dengan benar, aman dan juga profesional. Jika perlu Anda juga mencari pengasuh yang telah memiliki pengalamam bekerja di dunia daycare. Lalu pastikan juga jumlah pengasuh sebanding dengan jumlah anak-anak yang dititipkan. 

Tidak hanya hal-hal tersebut, karena masih ada hal lain yang wajib Anda siapkan untuk membangun bisnis daycare rumahan. Mulai dari menyediakan perlengkapan bermain, pemilihan kurikulum, hingga mengurus legalitas atau surat izinnya. Dan semua informasi tersebut bisa Anda lihat secara detail di link artikel berikut ini: https://www.cekaja.com/info/memulai-bisnis-daycare-apa-saja-yang-dibutuhkan/ 

Siapa yang tak mau menjalankan bisnis diselingi dengan bermain? Nah, bagi Anda yang senang dengan anak-anak kecil, ternyata keseru...

Tradisi Berbagi Bubur di Kalisari



Yang namanya tradisi terkadang memang membingungkan bagi orang baru seperti saya. Sejak tinggal di Surabaya, rasanya hampir setiap hari ada saja yang  mengantar makanan ke rumah. Satu dua nasi box. Lontong sayur, atau mie goreng, seringnya sih bubur.

Jenis bubur yang mereka antar pun beda-beda. Ada yang bubur beras dengan warna gula merah campur bubur beras warna putih topping santan. Ada yang bubur beras putih, manis gurih, yang di dasarnya terdapat nasi ketan. Dengan topping remasan kerupuk warna warni, irisan cabe merah besar, irisan telor goreng tipis, dan tempe dadu goreng. Ibu mertua mengatakan itu bubur Suroan. Adanya di bulan As Syura.

Ada pula bubur dari berbagai campuran. Tepung sagu, kacang hijau, mutiara, sumsum.



Dan yang terakhir, bubur tepung warna coklat, terdapat candil ketan dan nangka di dalamnya. Siram santan kental di atasnya. Ibu mertua mengatakan, itu bubur syafar. Adanya di bulan Syafar.

Menurut ibu mertua, sudah menjadi tradisi di kampung Kalisari - Surabaya ini berbagi bubur di bulan-bulan tertentu. Unik sih, tetapi sebuah tradisi tentu lebih baik jika tak dipertanyakan. Anggap saja mereka berbagi rejeki.

Khusus di bulan Syura, warga di sini juga mengadakan kegiatan "sedekah bumi". Warga berkumpul di satu tempat dengan membawa makanan, untuk dimakan bersama-sama. Kegiatan ini biasanya diisi dengan pengajian, sholawat nabi, dan lain-lain yang berkaitan dengan keagamaan. Kebetulan di tahun pertama saya di sini, saya tidak bisa hadir di acara sedekah bumi tersebut, padahal lokasinya sangat dekat. Kalo tidak salah waktu itu karena saya mendadak sakit kepala.

Bagaimana dengan tradisi di desamu, Mak?

Yang namanya tradisi terkadang memang membingungkan bagi orang baru seperti saya. Sejak tinggal di Surabaya, rasanya hampir setiap har...