0
Home  ›  Keluarga

Sisi Baik Televisi Bagi Anak

Hasil Jepretannya Nurul di Teve


Pengaruh televisi kepada anak sudah sering menjadi pembahasan di kalangan orang tua. Tetapi kebanyakan mengulas efek buruk daripadanya. Dan saya pun setuju mengenai itu. Tetapi sejak delapan bulan terakhir ini, saya melihat ada hal positif yang terjadi pada anak saya yang saat ini berusia 2,8 tahun, yang setiap hari menonton tayangan anak-anak. Mungkin memang tidak sebanding dengan efek buruknya jika dibiarkan terus-menerus di depan televisi.

Dulu sebelum anak kami lahir, saya dan suami merencanakan untuk tidak memberikan tontonan televisi kepada anak-anak kelak. Dan itu didukung dengan meniadakan televisi di kontrakan kami. Sayangnya, kami harus meninggalkan Jakarta, lalu ke Lampung. Di sinilah anak saya mulai mengenal televisi. Karena di rumah mamak ada ada televisi.



Setelah itu kami hijrah lagi ke Surabaya. Di kota pahlawan ini anak saya mulai belajar menghidupkan dan memindahkan chanel televisi dengan melihat dari tindakan orang-ornag dewasa di sekitarnya. Terutama ayahnya (saya tidak suka menonton teve, jadi bisa dibilang hampir tidak pernah menyetel televisi kalau tidak direngekin anak).

Yang paling sering dia tonton adalah sinema keluarga, seperti Tayo, Robocop, Ruby, Dan film animasi Upin Ipin. Dari film Upin Ipin inilah anak saya belajar banyak suku kata. Hampir setiap hari dia mengeluarkan kalimat baru yang belum kami ajarkan. Sayangnya dia mengucap itu dalam bahasa Malaysia. Bahkan menirukan Omanya Upin Ipin dengan caranya yang lucu menggemaskan.

Anak saya juga mulai bisa mengenal warna dari film Tayo.

Dari sana saya mulai berfikir, jika film-film seperti itu saja memabwa manfaat bagi anak, bagaimna jika diberi tontonan lain yang lebih mengedukasi. Atau film anak yang menggunakan bahasa Inggris misalnya?

Apa pendapatmu, Mom?
37 comments
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS