Tanah Murah Di Tangerang




Bicara soal investasi masa kini, sepertinya yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah investasi tanah. Meskipun harga terus meningkat, namun karena tingginya kebutuhan masyarakat terhadap tanah, maka masyarakat pun tidak ragu untuk mengeluarkan biaya demi mendapatkan sebidang atau beberapa petak tanah.

Sejauh ini invetasi tanah memang lebih menguntungkan dibanding investasi lainnya. Karena harga tanah tidak pernah turun. Yang ada justru kebalikannya. Semakin melambung.

Kebutuhan tanah yang bisa untuk bermacam-macam keperluan seperti perkebunan, peternakanan, bangunan gudang, rumah, pertokoan, parkiran, dan lain-lain ini, akan terus dicari orang, maka sudah sewajarnya jika harga pun terus meningkat. Hal ini menjadikan tidak semua orang mampu membeli tanah.

Namun, tidak perlu khawatir, masih ada kok tanah dijual murah. Di antaranya yang terdapat di daerah Tangerang Selatan. Daerah yang sudah lumayan ramai dan tidak terlalu jauh dari ibu kota Jakarta. Dengan akses kendaraan yang juga lumayan nyaman jika hendak bepergian. Bis sudah banyak, kereta pun ada.

Buat kamu yang hendak membeli tanah ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Diantaranya:

1. Bukan Tanah Sengketa
Ini wajib kamu ketahui dan dipastikan bahwa tanah tersebut benar-benar milik si calon penjual. Pandai-pandailah menjadi pembeli. Kumpulkan informasi sebanyak dan sedetail mungkin untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari. Jangan sampai terjadi penyesalan setelah kamu melunasi pembayaran. Tiba-tiba ada fihak yang menggugat, karena tanahnya kamu gunakan. Hal seperti ini sering sekali terjadi di berbagai daerah. 

2. Jenis Kepemilikan Tanah


Pastikan surat-suratnya asli. Kepemilikannya jelas, dan tidak ada duplikat oleh fihak mana pun. Luas tanah dan batasnya. Semua harus sesuai dengan dokumen yang ada.

Sering kejadian pembeli tanah dibuat melongo ketika tiba-tiba ada orang mendatanginya dengan membawa sertifikat tanah serupa sama surat tanah yang pernah dia beli sebelumnya. Sehingga terjadi keributan dan berakhir dengan kekalahannya, lalu menyerahkan paksa tanah yang baru dibelinya. Hal seperti itu bisa terjadi karena biasanya pembeli sedikit ceroboh dan tergiur harga murah. Sedih bukan? Jangan sampai hal semacam itu terjadi padamu.

Untuk menghindari yang demikian, kamu bisa mendatangi BPN (Badan Pertahanan Nasional), untuk mengecek keaslian surat-surat. Sekaligus memastikan tanah yang hendak kamu beli, tidak ada sengketa ataupun sedang dijadikan jaminan hutang bank oleh pemilik, atau ahli warisnya.

3. Lokasi tanah strategis
Lokasi juga sangat perlu dipertimbangkan. Semakin strategis lokasinya, maka semakin bagus prospek beberapa tahun ke depannya. Khususnya di kota-kota besar. Seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Bandar Lampung, Tangerang. Info yang pernah saya dapat, di Tangerang Selatan masih banyak tanah yang murah dan terjangkau. Kamu bisa mencari info melalui situs Jual tanah di Tangerang Selatan atau via kenalanmu di daerah sekitar.

4. Memastikan kondisi lahan
Memastikan bahwa tanah tersebut adalah benar-benar seperti yang kamu inginkan. Sesuai sama kebutuhanmu. Apakah untuk membuat rumah, berkebun, peternakan, atau sekadar buat investasi masa depan. Jika untuk bangunan, tentu kamu harus memastikan bahwa tanah tersebut memang layak untuk didirikan bangunan. Tidak miring, tidak gembur.. Sekaligus memastikan, kondisi airnya.

Itu saja yang tulisan ini bisa sampaikan, barangkali bisa membantu kamu yang mau membeli atau menjual tanah. 

Dan kalau kamu sedang mencari informasi tanah dijual, bisa lho kunjungi situs  www.jualsewatanah.com, ada banyak informasi tanah dijual yang bisa kamu dapatkan. Semoga bermanfaat.

Bicara soal investasi masa kini, sepertinya yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah investasi tanah. Meskipun harga terus ...

Sisi Baik Televisi Bagi Anak

Hasil Jepretannya Nurul di Teve


Pengaruh televisi kepada anak sudah sering menjadi pembahasan di kalangan orang tua. Tetapi kebanyakan mengulas efek buruk daripadanya. Dan saya pun setuju mengenai itu. Tetapi sejak delapan bulan terakhir ini, saya melihat ada hal positif yang terjadi pada anak saya yang saat ini berusia 2,8 tahun, yang setiap hari menonton tayangan anak-anak. Mungkin memang tidak sebanding dengan efek buruknya jika dibiarkan terus-menerus di depan televisi.

Dulu sebelum anak kami lahir, saya dan suami merencanakan untuk tidak memberikan tontonan televisi kepada anak-anak kelak. Dan itu didukung dengan meniadakan televisi di kontrakan kami. Sayangnya, kami harus meninggalkan Jakarta, lalu ke Lampung. Di sinilah anak saya mulai mengenal televisi. Karena di rumah mamak ada ada televisi.



Setelah itu kami hijrah lagi ke Surabaya. Di kota pahlawan ini anak saya mulai belajar menghidupkan dan memindahkan chanel televisi dengan melihat dari tindakan orang-ornag dewasa di sekitarnya. Terutama ayahnya (saya tidak suka menonton teve, jadi bisa dibilang hampir tidak pernah menyetel televisi kalau tidak direngekin anak).

Yang paling sering dia tonton adalah sinema keluarga, seperti Tayo, Robocop, Ruby, Dan film animasi Upin Ipin. Dari film Upin Ipin inilah anak saya belajar banyak suku kata. Hampir setiap hari dia mengeluarkan kalimat baru yang belum kami ajarkan. Sayangnya dia mengucap itu dalam bahasa Malaysia. Bahkan menirukan Omanya Upin Ipin dengan caranya yang lucu menggemaskan.

Anak saya juga mulai bisa mengenal warna dari film Tayo.

Dari sana saya mulai berfikir, jika film-film seperti itu saja memabwa manfaat bagi anak, bagaimna jika diberi tontonan lain yang lebih mengedukasi. Atau film anak yang menggunakan bahasa Inggris misalnya?

Apa pendapatmu, Mom?

Hasil Jepretannya Nurul di Teve Pengaruh televisi kepada anak sudah sering menjadi pembahasan di kalangan orang tua. Tetapi kebanyaka...

Apartemen, Solusi Tempat Tinggal Yang Nyaman



Dewasa ini tempat tinggal semakin susah didapat. Khususnya bagi yang tinggal di sebuah kota berpenduduk padat seperti Jakarta. Dibutuhkan perjuangan yang tidak ringan untuk memiliki sebuah rumah yang nyaman untuk dihuni.

Sayangnya, harga rumah terus meningkat, semakin mahal, dan semakin sulit dijangkau.

Bagi yang masih single, tempat  tinggal tidak begitu sulit didapatkan, karena hanya seorang diri. Menyewa satu kamar petakan untuk menampung barang-barang yang tidak seberapa pasti sudah lebih dari cukup. Selebihnya hanya membutuhkan tempat untuk istirahat sepulang kerja. Karena bagi singlelillah yang paling penting adalah, ada tempat tidur yang nyaman, dan kamar mandi. Tetapi banyak juga lho single yang berani sewa apartemen sebagai hunian. Itu lebih sebagai kenyamanan saja. Soal makanan, bisa diselesaikan dengan sentuhan layar ponsel, pesan online, atau berjalan ke rumah makan Padang dan restoran terdekat.

Setelah menikah, jelas kebutuhan tempat tinggal pun meningkat. Butuh yang lebih besar karena anggota keluarga juga bertambah. Apalagi setelah memiliki anak. Jelas butuh tempat lebih luas, karena anak-anak membutuhkan tempat bermain di dalam rumah. Dan itu tidak mudah. Karena selain tempat yang luas, lingkungan yang aman dan nyaman, juga satu hal yang harus utamakan.



Sewa Aparteman Bisa Jadi Pilihan

Sekarang mencari tempat tinggal yang nyaman tidak lagi sulit, luasnya arus informasi, memudahkan kita untuk peroleh segala informasi yang dibutuhkan.  Termasuk Informasi pilihan menyewa tempat tinggal pun semakin beragam. Di antaranya sewa apartemen yang bisa dijadikan alternative selama belum mampu membeli. Meskipun sebenarnya, membeli apartemen pun sangat mudah dijangkau, karena banyak pilihan apartemen yang bisa dicicil. Yang penting syarat-syarat terpenuhi.

Di luar tekhnis, berikut lima hal yang harus diperhatikan ketika hendak menyewa atau beli apartemen sebagai hunian.

1.       Lingkungan Yang Nyaman

Ini hal yang paling penting, karena akan menjadi hunian keluarga sepanjang masa. Jangan sampai sudah mengeluarkan uang banyak untuk menyewa atau membeli apartemen, ternyata tidak betah, dan berfikir untuk pindah lagi. Capek sekali tentunya. Dan sayang biaya sewanya jika itu sekadar menyewa

2.       Fasilitas Yang Diberikan

Diperhatikan dengan detail, fasilitas apa saja yang bakal diperoleh dari menyewa atau membeli aparteman.

Taman bermain misalnya.
Bagi yang belum memiliki anak, taman bermain tentu tidak begitu berpengaruh. Tetapi bagi yang sudah memiliki anak, taman bermain menjadi sangat penting dan wajib ada, agar anak bisa beraktivitas dengannya ketika tidak ada kegiatan lain.

Atau, kolam renang.
Tidak semua apartemen menyediakan kolam renang, tetapi beberapa apartemen tidak ada. Bagi Anda yang suka renang, keberadaan kolam renang tentu merupakan hal yang sangat penting

3.       Akses Kendaraan Mudah

Mudah kemana-mana, ini juga sangat penting Coba bayangkan jika tinggal di suatu tempat jauh dari jalan utama, jauh dari keramaian, sementara jalan sempit, malas membawa kendaraan sendiri, kendaraan umum tidak mudah didapati, pasti akan terasa lebih repot dan mengesalkan.

Mungkin tidak terlalu masalah di zaman serba digital begini. Kendaraan bisa didatangkan hanya dengan menyentuh layar ponsel. Tetapi tentu akan memberikan banyak kenyamanan jika jalan menuju kemana-mana mudah.

4.       Dekat Dengan Pusat Keramaian




Walaupun ini tidak terlalu urgent, tinggal di tempat yang dekat dengan pusat keramaian seperti mall atau pusat perbelanjaan, itu ada nilai plusnya. Saat ibu rumah tangga jenuh di rumah setelah mengurus semua kebutuhan keluarga, ia bisa pergi ke mall  sendiri tanpa harus menunggu suami ada waktu untuk mengantar.

Dekat ke pasar juga bisa memberikan banyak keuntungan bagi ibu rumah tangga. Lebih mudah mendapatkan bahan makanan segar dan komplit. Hal-hal seperti ini juga perlu dipertimbangkan tentunya.

5.       Keamanan Terjamin

Keamanan dan kenyamanan itu seharusnya satu paket ya. Jadi ini benar-benar harus diutamakan. Jangan sampai sudah membayar mahal untuk menyewa atau membeli apartemen, tetapi penjagaan dari developernya kurang maksimal, sehingga terjadi pencurian yang merugikan.

Demikian sedikit tips sewa dan dan bepartemen, jika ada tambahan boleh banget dishare di kotak komen.

Dewasa ini tempat tinggal semakin susah didapat. Khususnya bagi yang tinggal di sebuah kota berpenduduk padat seperti Jakarta. Dibutuhk...