Melibatkan Anak Pada Pekerjaan Harian

Saat ini, tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan anak-anaknya yang sudah tumbuh remaja tidak mau atau tidak peduli dengan pekerjaan rumah. Jangankan memasak, membereskan pekerjaan rumah seperti mencuci piring, menyapu atau mengepel, sekadar untuk mencuci pakaian sendiri pun banyak yang masih dilakukan orang tuanya.

Bantu ngirisin bawang


Sebagian remaja lebih memilih sibuk jalan bareng teman-temannya atau sekadar tiduran di sofa sambil bercengkrama dengan ponsel mereka dibanding membantu pekerjaan orang tuanya. Itu bisa disebabkan karena mereka tidak tahu jika seharusnya meteka membantu pekerjaan tersebut. Tidak sedikit yang akhirnya baru menyadari ketika mereka telah dewasa dan tinggal bersama keluarga baru. Suami atau dengan mertua.

Sisi Negatif Ajari Anak Buang Sampah Pada Tempatnya


Mengajarkan kedisiplinan kepada anak sejak dini sangatlah penting. Agar anak terbiasa dengan kehidupan yang tertata. Salah satu contoh sederhana adalah membuang sampah pada tempatnya.



Ketika kami masih tinggal di kota, sejak usianya menginjak 10 bulan Nurul (sekarang jalan 2 tahun) anak kami sudah mulai bisa berjalan. Sejak itulah dia mulai mengikuti kemana ayah bundanya melangkah. Meskipun tertatih dia akan selalu mengikuti. Dan itu kami manfaatkan untuk mengajarinya membawa sampah ke dapur. Belum berhasil. Dia masih belum faham jika diberi sesuatu, apakah itu makanan atau sampah. Yang ada, semua masuk mulut. Baru ketika usianya 14 bulan, dia mulai faham, mana makanan, dan mana bekasnya. Nurul mulai bisa disuruh membuang sampah pada tempatnya. Dan terbiasa, setuap melihat sampah dia akan membawanya ke dapur, dan membuangnya di keranjang sampah. Perkembangan yang sangat menggembirakan tentu.

Rindu Jakarta


FROM JAKARTA - BACK TO LAMPUNG. Rasanya bedaaa banget. Dan lebih terasa dua hari ini karena saya terpaksa harus menginap di rumah sakit. Mamak dan Bapak saya kecelakaan dan harus mendapatkan perawatan medis dua-duanya.



Di rumah tidak ada orang karena kami harus berbagi tugas menjaga Mamak dan Bapak yang dirawat di RS berbeda karena penanganannya juga berbeda. Ayah dirujuk ke RS yang lebih besar, sedangkan mamak masih bisa dihandle oleh RS terdekat.

Atasi Anak Kecanduan Gadget, Pasutri Wajib Kompakan

Yupz! Nomor satu adalah kompakan. Ini wajib, karena kalau suami istri tidak kompakan anak juga akan bingung dan akhirnya akan merasakan kedua orangtuanya beda memberikan perlakuan kepadanya.

Hal ini terjadi kepada anak kami yang baru berusia 23 bulan. Dia kecanduan gadget sejak usianya 15 bulan. Awalnya saya memberikan tontonan Youtube kepadanya agar dia anteng ketika saya tinggal mengerjakan pekerjaan rumah atau sholat. Karena waktu itu saya sering di kontrakan hanya berdua dengannya saja ketika suami bekerja. Pada akhirnya saya tahu bahwa membiarkan anak menonton Youtube terus-menerus berefek buruk baginya. Anak lebih sering kucek-kucek mata, dan repotnya lagi, setiap kali melihat ayah bundanya memegang handphone, dia langsung merengek meminta distelkan Youtube. Lalu mengamuk jika keinginannya tidak dituruti. Anak jadi mudah marah, hingga berguling-guling di lantai.
back to top