Ramadhan Pertama Bersama Buah Hati

Siput Biru ::D

Jauh hari sebelum Ramadhan kali ini tiba, saya telah memikirkannya. Satu sisi hati ingin menjalani puasa full 30 hari. Di sisi lain, mengingati bayi baru mulai Mpasi. Belum tujuh bulan. Khawatir tidak kuat. Tetapi berhubung Ramadhan tahun sebelumnya sudah tidak puasa, maka Ramadhan kali ini saya harus puasa. Dan saya berniat sekali untuk menjalaninya sebulan penuh. Munpung saya belum mens paska melahirkan.

Pengalaman Berburu Tiket Mudik

Ketiduran di station saat nunggu kereta


Tahun ini merupakan kali kedua saya mengalami berebut tiket mudik lebaran. Tahun lalu mudik ke Lampung, saya tidak harus berebut karena tiket pesawat ke Lampung sangat banyak, sehingga saya bisa dengan mudah peroleh promo dalam sekali klik ke link salah satu penjual online. Dan tahun sebelumnya (2015), adalah pengalaman pertama saya mudik ke Surabaya. Ikut suami.

Saat itu kami masih tinggal di Jakarta, sehingga ketika kesulitan peroleh tiket dari online, kami bisa langsung mengecek ke station Pasar Senen, dibantu oleh Customer servicenya, dan peroleh tiket meskipun harus transit dulu di Semarang. Lumayan, bisa kami manfaatkan untuk singgah dulu di salah satu tempat wisata sejarah, Lawang Sewu.

Kue Arisah, Tradisi Lebaran Kampung Tanah Baru

Kue arisah sebelum dimatengin
                     
Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan sejak tinggal di Cikarang ini. Pertama waktu masih di Daerah Jati Pilar. Pada Ramadhan pertama tahun lalu. Sehari sebelum Ramadhan, orang-orang di sana sibuk mencari daging sapi. Membicarakan daging sapi. Dari harganya yang melambung tinggi, sampai ke penjual yang dadakan muncul di pinggi-pinggir jalan.

Di daerah baru kini, hal serupa pun terjadi. Sesuatu yang baru bagi saya. Karena di kampung saya, dan tempat-tempat singgah saya sebelumnya, belum pernah saya temui tradisi ini.

Mainan Baru si Kecil


Dua hari lagi Nurul akan berusia tujuh bulan. Untuknya saya memesankan kolam renang Hippo Pool di salah satu toko online Indonesia. Tujuan awal saya adalah agar bisa mengajarinya renang sejak dini. Sekaligus untuk meringankan kerja saya, sementara Nurul mulai rambatan. Nurul cepat sekali bosan pada mainan. Sehingga dibelikan mainan apapun dia akan menolak setelah sejam dua jam bersamanya. Karena itu saya harus mulai mengubah mainannya ke sesuatu yang dibutuhkan saja.
back to top