27 January 2017

ASUSPRO B8230 Si Mungil Yang Super Keren

Awalnya, saya membuat blog di Multiply pada tahun 2009, dengan tujuan agar bisa mendownload lagu-lagu kesukaan saya waktu itu. Tak pernah terlintas sedikitpun di benak saya bahwa akhirnya saya akan sampai pada tahap sekarang ini. Membuat blog satu lagi di WordPress dan mengisinya dengan berbagai curhatan, lintasan pikiran, dan pengalaman sehari-hari. Namun demikian, saya tetap berusaha menampilkan konten yang bisa menginspirasi, atau minimal bisa diambil manfaatnya oleh pembaca. Saya juga berusaha menawarkan keindahan pada tampilan visualnya. Dan itu, bukan hal yang mudah bagi saya yang masih minim pengetahuan mengenai tekhnologi dan blogging. Saya harus mencari informasi kesana-sini, browsing kesana-sini. Kadang bisa mencapai 6 -10 window terpampang di laptop saya demi informasi yang saya butuhkan. Saya juga harus banyak membaca untuk memperluas wawasan, sehingga pembaca tidak bosan dengan tulisan saya. Selain itu, saya juga banyak menonton film dan drama luar negeri (yang ini mah memang hoby) untuk menambah pengetahuan.

26 January 2017

Nurul Fahmi, Pembawa Bendera Bertuliskan Lafadh Tauhid Dan Ghirah Dakwahnya


Beberapa hari ini, bacaan suami saya sepertinya tidak jauh-jauh dari kasus bendera merah putih dan lafadz tauhid. Menurut beliau, pemegang bendera ditahan polisi. Hmmm... Padahal sebelumnya sudah banyak bendera merah putih yang ditambah tulisan atau gambar sesuai peminat si pemegang dalam beberapa acara, tetapi fine fine aja tuh. Nggak ada berita tahan menahan. Entah mengapa kali ini si pemegang bendera harus ditahan. Info yang saya dapat karena dianggap telah melecehkan bendera merah putih. Hmm... Jadi yang sebelum-sebelumnya beda gitu?

23 January 2017

Pengalaman Berburu Clodi

Sepertinya saya bakal peroleh predikat baru mulai sekarang. Miss Diskon! Begitu kata suami sambil tertawa.
"Lihat Bundamu, semua dibeli kalo ada diskon. Butuh nggak butuh kalo diskon pasti dibeli. Beli Clodi pun diskon." Katanya ke putri cantik kami yang baru berumur dua bulan semingguan, saat saya membuka bingkisan kecil yang dikirim dari Jogja.
Ya. Itu memang benar. Sejak fullday menjadi ibu rumah tangga, saya memutuskan untuk lebih cerdas dalam banyak hal. Termasuk dalam pengelolaan keuangan. Saya mengajak suami pergi belanja ke Giant juga hanya setiap Sabtu atau Minggu saja. Alasannya, selain libur kerja suami hanya di hari Minggu, di Giant banyaknya produk diskon pada setiap week end. Dan yang menguntungkan bagi saya, produk yang saya butuhkan selalu ada diskon. Seperti rinso cair, tissue, susu UHT dan banyak lagi lainnya. Kadang sayuran juga diskon 50%. Kalau buah paling hanya jeruk yang sering saya beli di Giant. Karena nggak ada di penjual di jalanan.
"Cantik warnanya." Saya mengomentari Clodi yang baru saja saya buka. Warna pilihan penjual untuk bayi perempuan dengan berat 5,3 kg.

21 January 2017

Berbagi Tugas Dengan Suami

Akhir pekan tiba! Waktunya memanjakan diri. Upz... memanjakan diri? Emang bisa? Ada baby gitu loh. Boro-boro memanjakan diri, pingin ngelurusin punggung aja susahnyoo ampyun. Harus pandai-pandai mencuri waktu. Karena si baby membutuhkan time khusus untuk selalu nempel dengan Bundanya. Bahkan bobokpun maunya dalam pelukan bundanya.

19 January 2017

Babyblues Kedua

Semalam berkesempatan mengikuti kajian di sebuah forum di WhatsApp, tema yang diambil adalah "Bahagia Dengan Sholat". Sejenak saya berfikir ketika tahu temanya adalah tentang bahagia. Tentang sholat.
Hati kecil saya bertanya,  "Saya sholat, apakah saya bahagia?" Ya saya bahagia, apalagi dengan kehadiran buah hati yang lama saya idam-idamkan. Terasa lebih lengkap sudah keluarga kecil saya.
Tetapi ada hal yang sangat mengganggu kenyamanan saya selama dua bulan terakhir. Ketakutan-ketakutan berlebihan yang saya alami. Sehingga membuat kebahagiaan saya terganggu. Dan sholat saya belum mampu mendamaikan hati.

Saya berusaha menahan diri untuk tidak menceritakan masalah saya tersebut ke orang lain. Itu karena saya tidak ingin mendapat cemoohan dan olok-olok. Biarlah orang melihat Ida Raihan adalah sosok yang kuat dan tangguh sebagaimana label sematannya sendiri untuk menghibur diri dari kelemahan sekaligus doa dan harapan. Muslimah Tangguh.

10 January 2017

Sulitnya Menjadi Seorang Ibu

Dua bulan sudah menjadi seorang ibu. Rasanya walaupun tak pernah sama, saya sudah bisa menengok ke belakang bagaimana repotnya ibu saya dulu dilelahkan dengan ke delapan anak-anaknya. Sungguh, menjadi seorang ibu tidaklah mudah.

Sebagai ibu baru, banyak sekali yang saya tidak fahami. Sering bingung apa diinginkan dan dibutuhkan bayi. Browsing di Google masih belum memberi saya pemahaman yang cukup. Saya masih sering bingung untuk bertindak.

Sedih ketika bayi menangis terus. Bahkan tidak jarang saya ikut menangis. Emosi ketika bayi rewel. Apa yang saya lakukan seperti tidak pernah ada benarnya. Panik ketika bayi batuk, tersedak, muntah atau badan panas. Semakin jengkel ketika ajuan membawa bayi ke dokter ditolak oleh suami, dengan alasan tidak perlu (seringnya jika berhasil membawa bayi ke dokter, dokter memang mengatakan "tidak apa-apa. Ibu baru memang selalu cemas. :D ).

02 January 2017

Catatan 3 Januari

Istri (keluar dari kamar mandi) "Selamat Ulang Tahun..."
"Eh? Tanggal berapa ini?" Sahut suami.
"Tiga Januari."
"Eh iya... sudah sekian tahun kita."
"Perasaan udah lama banget ya?"
"Bosen gitu?"
"Wakakakak"

Sedikit salah ucap, orang bisa mengartikan lain dari apa yang kita maksud. Seperti ucapan di atas, bukan itu maksud si istri. Dia hanya nyeplos saja tanpa berfikir ke arah sana. Dan suaminya menimpali dengan jawaban yang tidak diduganya. Mungkin suaminya hanya bercanda. Tetapi bisa saja dia memang berfikir seperti itu, begitu mendengar ucapan istrinya. Meskipun si istri yakin sekali kalimat 'lama' yang dia ucapkan tadi sama sekali bukan gambaran kebosanannya pada rumah tangganya, ataupun kepada suaminya.

Pernikahan yang baru seumur jagung tentu belum lagi terasa apa itu rumah tangga yang sebenarnya. Masih memerlukan waktu dan kebersamaan yang panjang untuk lebih memahami. Memahami pasangan hidupnya. Memahami kebutuhan dalam rumah tangga. Memahami kesulitan-kesulitan sekaligus kebahagiaan-kebahagiannya.

Kehati-hatian dalam pengucapan kalimat, sangat diperlukan meskipun ucapakan yang dilontarkan hanya diniati bercanda. Dengan begitu diharapkan tidak ada pasangan yang terluka. Dan rumah tangga bisa damai. Bahagia dunia akhirat.

*Catatan kecil dihari ulang tahun pasangan Khalida.

Ida Raihan
Jati Pilar, Selasa, 03 Januari 2017 (14:36)