Perjuangan Menghias Kue Ulang Tahun Pertama

Kue yang telah dipotong
Hari ini, 11 November 2017 merupakan hari bersejarah dalam hidup saya. Pasalnya, di tanggal dan bulan yang sama, Nurul Ikhlas lahir tahun lalu. Nurul Ikhlas berusia satu tahun hari ini.

Sebagai rasa syukur, atas kepercayaan Allah menitipkan Bidadari Cantik itu kepada saya selama satu tahun ini, saya pun berkeinginan membuat tasyakuran kecil-kecilan. Awalnya saya ingin membuatkannya kue dan nasi kebuli untuk dibagikan kepada beberapa tetangga, tetapi berhubung kami sedamg direpotkan oleh kesibukan pindah kontrakan, akhirmya suami menyarankan membuat salah satunya saja. Dan karena saya ingin sekalian belajar menghias kue, maka saya memilih membuat kue.

Anak-Anak Mulai Meniru Sejak Usia Tujuh Bulan

Menirukan Ayah, niup balon pelampung
Di dalam Islam ada sebuah ungkapan yang menjelaskan, bahwa, manusia itu terlahir dalam keadaan fitrah, suci. Orangtuanyalah yang menjadikannya Majusi atau Nashrani. Untuk itu, sebagai orangtua, kita dituntut untuk lebih hati-hati dalam memperlakukan anak dan memberi contoh saat menjalani keseharian hidup. Karena anak adalah asset terbesar sebuah keluarga dan bangsa.

Menyulap Ayam Potong So Good Menjadi Kuluyuk Yang Sedap

Ini yang siap meluncur ke perut. Yummyyy


Sewaktu saya masih di Hong Kong, sering sekali mengolah makanan dengan bumbu sweet and sour sauce. Biasanya kalau bukan potongan ayam, saya menggunakan pork ribs. Dan keluarga boss saya menyukainya. Sayangnya, saya tidak tahu, bumbu apa saja yang digunakan untuk membuat sweet and sour saucenya, karena saya memakai bumbu instant yang saya beli di pasar tradisional.

Kehebohan si Cantik Merayakan Lebaran Pertamanya

Menunggu mobil di parkir, Nurul kompakan dengan Ayah


Masih Syawal kan, Mak? Hihi... lagi lagi telat. Mohon maaf lahir batin. Minal aidin wal faizin.

Lebaran tahun 2017 ini adalah yang pertama bagi putri kami, Nurul Ikhlas. Usianya baru jalan delapan bulan. Saya tidak berbelanja banyak untuknya. Cukup dengan satu pasang sandal sepatu, satu dress, dan satu atasan. Sengaja, karena Nurul sudah memiliki banyak baju. Kakak dan sepupu suami pada membelikan untuknya. Jadi saya tidak perlu lagi. Uangnya bsa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Hehe...

Filosofi Kembang Turi Putih

Kembang turi layu


Dua hari lalu, saat sedang duduk-duduk di bawah salah satu pohon turi yang berderet di pinggir jalanan Taman Botanic, saya teringat lagu dari Jawa yang beberapa bulan terakhir sering distell dan didengarkan oleh suami. Saya sih dengernya sambil lalu saja. Konon katanya, lagu tersebut adalah ciptaannya salah seorang sunan yang berdakwah di zaman itu. Berjudul "Turi Turi Putih".

Pengalaman Mudik Bersama Bayi Tujuh Bulan

Semangat bermain dengan Ayah

Ini masih ada aroma mudik nggak yah? Jika sudah habis, ya siapa tahu berguna untuk tahun depan. Hehe...
Tulisan ini sebenarnya sudah lama. Tetapi mengendap di draf dan belum selesai.

Tentang mudik pertama si kecil beberapa waktu lalu. Tepatnya Minggu, 18 Juni 2017. Dari Cikampek menuju Surabaya.

Taman Botanic Jababeka



Penuh dengan warna dedaunan merupakan pemandangan yang paling menarik di Taman Botanic ini. Meskipun sudah berkali-kali kesini, rasanya tetap ingin menghabiskan pagi setiap hari di sini. Sayangnya tidak bisa. Selain suami kerja dan hanya libur di hari Minggu saja, taman ini juga dibuka untuk umum setiap minggu saja (setahu saya).

Saat Buah Hati Mulai Berdiri



Bisa mengikuti dan mengamati perkembangan buah hati, merupakan berkah terbesar yang dapat dirasakan oleh seorang ibu. Alhamdulillah saya seberuntung itu. Anak kami, Nurul yang usianya genap delapan bulan pada 11 Juli nanti, saya sudah tidak bekerja ketika hamil dia. Sehingga saya bisa terus memantau tumbuh kembangnya setiap hari. Hari ini adalah salah satu hari terbahagia saya sejak memilikinya.

Pada jam istirahat kerja, suami saya selalu memilih pulang untuk makan siang bersama kami. Seperti biasa, siang tadi ketika saya menyiapkan makan siang, suami bergantian menjaga Nurul. Hari ini saya agak telat menyiapkan makan siang, sehingga saya masih berada di dapur ketika suami datang. Nurul aktif bergerak dan mulai bisa menyampaikan kemauan. Hari ini dia meminta mainan di luar terus, sehingga untuk memasak saya harus pandai-pandai mencuri-curi kesempatan. Mepet jam dua belas baru bisa memulai potong-potong sayuran dan bumbu. Jadi deh agak telat.

Belanja Persiapan Ramadhan Dan Lebaran? Di Elevenia Aja

Si kecil yang bersemangat buka paketan

Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan pertama saya memiliki bayi. Usianya baru tujuh bulan. Tahun lalu saya sudah tidak puasa karena pas Ramadhan datang saya sedang hamil muda yang maboknya lumayan parah. Perut mual, kepala pusing, dan tidak bisa menghirup bau-bauan. Baik bau makanan maupun perlengkapan kamar mandi dan parfum. Apalagi bau suami. Nggak banget deh. Setiap suami pulang kerja, saya langsung mual. Mandi tidak mandi sama saja bagi saya. Baunya tetap bikin mual. Hew... Amazing banget pokoknya. Dan bayi cantik saya pun lahir enam bulan jelang Ramadhan 2017.

Ramadhan Pertama Bersama Buah Hati

Siput Biru ::D

Jauh hari sebelum Ramadhan kali ini tiba, saya telah memikirkannya. Satu sisi hati ingin menjalani puasa full 30 hari. Di sisi lain, mengingati bayi baru mulai Mpasi. Belum tujuh bulan. Khawatir tidak kuat. Tetapi berhubung Ramadhan tahun sebelumnya sudah tidak puasa, maka Ramadhan kali ini saya harus puasa. Dan saya berniat sekali untuk menjalaninya sebulan penuh. Munpung saya belum mens paska melahirkan.

Pengalaman Berburu Tiket Mudik

Ketiduran di station saat nunggu kereta


Tahun ini merupakan kali kedua saya mengalami berebut tiket mudik lebaran. Tahun lalu mudik ke Lampung, saya tidak harus berebut karena tiket pesawat ke Lampung sangat banyak, sehingga saya bisa dengan mudah peroleh promo dalam sekali klik ke link salah satu penjual online. Dan tahun sebelumnya (2015), adalah pengalaman pertama saya mudik ke Surabaya. Ikut suami.

Saat itu kami masih tinggal di Jakarta, sehingga ketika kesulitan peroleh tiket dari online, kami bisa langsung mengecek ke station Pasar Senen, dibantu oleh Customer servicenya, dan peroleh tiket meskipun harus transit dulu di Semarang. Lumayan, bisa kami manfaatkan untuk singgah dulu di salah satu tempat wisata sejarah, Lawang Sewu.

Kue Arisah, Tradisi Lebaran Kampung Tanah Baru

Kue arisah sebelum dimatengin
                     
Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan sejak tinggal di Cikarang ini. Pertama waktu masih di Daerah Jati Pilar. Pada Ramadhan pertama tahun lalu. Sehari sebelum Ramadhan, orang-orang di sana sibuk mencari daging sapi. Membicarakan daging sapi. Dari harganya yang melambung tinggi, sampai ke penjual yang dadakan muncul di pinggi-pinggir jalan.

Di daerah baru kini, hal serupa pun terjadi. Sesuatu yang baru bagi saya. Karena di kampung saya, dan tempat-tempat singgah saya sebelumnya, belum pernah saya temui tradisi ini.

Mainan Baru si Kecil


Dua hari lagi Nurul akan berusia tujuh bulan. Untuknya saya memesankan kolam renang Hippo Pool di salah satu toko online Indonesia. Tujuan awal saya adalah agar bisa mengajarinya renang sejak dini. Sekaligus untuk meringankan kerja saya, sementara Nurul mulai rambatan. Nurul cepat sekali bosan pada mainan. Sehingga dibelikan mainan apapun dia akan menolak setelah sejam dua jam bersamanya. Karena itu saya harus mulai mengubah mainannya ke sesuatu yang dibutuhkan saja.

Sejak Kenal Uri Cran, Anyang Anyang Kabur Deh!

Anyang-anyangan? Pasti tau duooonggg... Itu loh, rasa kebelet pipis yang menyiksa. *Upz... Hihi... 


http://uricran.co.id

Ya, bagi saya, anyang-anyangan itu sangat menyiksa. Bagaimana tidak, lha wong anyang-anyangan itu sakit saat buang air kecil. Para wanita yang pernah mengalami pasti tahu, seberapa tersiksanya terkena anyang-anyangan (pria juga bisa terkena loh, jadi hati-hatilah kalian).

80% wanita pernah mengalami penyakit satu ini. Sesuatu yang dapat mengganggu keceriaan kita ketika sedang berjalan-jalan atau pun berkumpul dengan teman-teman. Setidaknya itu yang dulu sering saya alami. Ketika sedang bermain, seru-serunya mengobrol, tiba-tiba kebelet pipis yang tak dapat ditahan. Dan begitu jongkok di tempat pipis, ternyata yang keluar cuma seuprit. Begitu berdiri lagi, kebelet lagi. Akhirnya jongkok lagi, yang keluar sedikit lagi. Begitu seterusnya hingga beberapa menit. Belum lagi rasa sakitnya yang menyerang saluran kencing ketika air yang cuma seuprit itu hendak keluar. Ugh, caaapeeekkk...

Minuman Sehat Pilihan Keluarga

Herbadrink Blog Compeition: Life Style Story with Sari Temulawak


Ramadhan dua tahun lalu, adalah kesempatan pertama saya, menginjakkan kaki di Surabaya. Menikmati Ramadhan bersama keluarga suami. Menikmati suasana segar di perbatasan kota Gresik. Terkadang berkesempatan membantu mertua memasak untuk berbuka puasa, tetapi lebih sering jalan-jalan, atau duduk duduk di atas jembatan perbatasan. Memandangi ikan bermoncong panjang mengapung di atas air keruh yang mengalir pelan. Dan begitu jelang maghrib, kami pulang. Menemukan makanan terhidang sempurna di atas meja. Lengkap dengan minuman manis yang hangat. Hehe... type menantu yang tak patut dicontoh ini mah.

Menikmati Pagi di Kawasan Industri

Mengajak anak jalan-jalan merupakan rutinitas pagi kami saat ini. Hampir setiap hari, usai sholat subuh kami akan mengajak Nurul jalan kaki menyusuri jalan-jalan di sekitar kawasan industri Jababeka.

Nurul sama Ayah


Ini kami upayakan sebagai bentuk olahraga, sekaligus pengajaran bagi Nurul untuk bangun pagi dan sedikit mengenal alam ketika udara masih dingin. Kawasan Industri masih dipenuhi oleh pepohonan besar yang daunnya masih cukup memayungi sekitarnya. Nurul sangat menyukai pepohonan dengan kelebat daun yang bergoyang oleh terpaan angin. Setiap kali diajak keluar, kepalanya akan gerak kanan kiri, dan mendongak terus setiap kali melihat pohon. Dan kami cukup mengatakan, "Itu namanya pohon, Nak. Yang bergerak-gerak itu daunnya."

Saat Menjadi Kartini

Ilustrasi phitonya anak pada acara Kartini


Kesempatan tampil sebagai Kartini, saya jalani pertama kali ketika saya masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar. Itu merupakan pengalaman pertama dan sampai sekarang belum pernah melakukannya lagi.

Satu pengalaman yang tidak akan pernah saya lupa, setiap kali membicarakan Kartini, Hari Kartini, dan apapun mengenai Kartini, adalah tetangga saya. Saya memanggilnya dengan sebutan Mbok Nah, dan anaknya Mbak Ning.

Berburu Diskon Giant Akhir Bulan

Minuman persiapan Ramadhan

Beda masa muda, beda masa emak-emak. Jika sebelum menikah dan belum punya anak dulu, setiap usai gajian yang diburu adalah apa yang paling dibutuhkan saat itu. Misal, tas, handphone, kosmetik (kalo pakaian saya tidak seberapa tertarik) dan terkadang seminar atau pertemuan-pertemuan kecil dengan teman-teman.

Sekarang sudah menjadi emak-emak (berasa tua deh :D). Belanja tidak lagi ke mall (paling sekali dua jika memang butuh beli pakaian si kecil atau saya dan suami sudah benar-benar membutuhkan), tetapi cukup di Giant. Apalagi coba kalo bukan belanja urusan dapur? Hihi...

Hutang Lunas Secara Ajaib

Hutang. Sesuatu yang melelahkan namun sangat digandrungi oleh semua kalangan. Terutama di kalangan pebisnis karena untuk tambahan modal. Sedangkan untuk kalangan rumah tangga, biasanya ibu-ibu berhutang jika kondisi kepepet untuk kebutuhan sehari-hari. Yang berusaha didapat dari kerabat, teman, dan tetangga. Biasanya pun dalam jumlah yang relatif kecil. Beda dengan pebisnis yang meminjamnya untuk mengembangkan usahanya. Pinjamnya tidak tanggung-tanggung lagi. Bisa mencapai ratusan juta hingga milyar bahkan. Pinjamnya pun bukan lagi ke tetangga, atau teman. Tetapi langsung ke bank.



Seremnya Menyaksikan Ruqyah


Suasana ruqyah massal di acara Ta'aruf bersama Ustadz Arif
Pernah ruqyah? Atau menyaksikan orang diruqyah? Kalau belum, saya akan menceritakan sedikit tentang ruqyah dari apa yang saya saksikan pada tanggal 2 April 2017 lalu. Saat saya menghadiri acara pertemuan Majelis Ta'aruf, yang salah satu acaranya adalah ruqyah massal. Saya menyaksikan bagaimana awalnya peserta duduk anteng menyimak apa yang dibaca oleh Ustadz dan tidak lama kemudian beberapa peserta ambruk, tubuhnya kaku, bergetar. Ada yang mencengkram, teriak-teriak, dan menangis kesakitan.

Karena Dia Adalah Hadiah Terindah


Nurul selfie dengan Ayah
Menjadi seorang ibu adalah impian setiap wanita. Wanita yang telah menikah, namun lama belum juga dikaruniai anak, akan melakukan banyak hal demi memperoleh anak yang akan disayanginya serta dapat memberinya kebahagiaan. Begitu juga dengan saya. Hadirnya buah hati setelah bertahun menikah adalah sebuah mukjizat yang luar biasa. Karena itu, kasih dan sayang tercurah penuh kepada si buah hati. Nurul Ikhlas Masitha, kepada anak yang baru mulai belajar duduk inilah segala hal akan saya upayakan demi membahagiakannya. Karena dia juga yang telah membuat saya bahagia hingga saat ini. Dia yang pertama kali mengajari saya bagaimana menjadi seorang ibu, setelah bertahun tahun saya berharap.  Dia yang membuat hari-hari saya ceria penuh tawa oleh ocehannya di sepanjang bangunnya. Kehadirannya bagaikan hujan deras di panjangnya musim kemarau bagi petani.

Ta'aruf, Komunitas Perjodohan Besar di Facebook


Pendiri group Ta'aruf, Arya Saunjaya

Tahukan pengantin wanita yang sedang ramai menjadi perbincangan di sosial media saat ini? Ariyati. Wanita yang meminta  kain kafan sebagai mahar pernikahannya.

Ingin tahu komunitas yang mempertemukan Ariyati dan suaminya? Adalah Komunitas Ta'aruf. Yang pendirinya adalah seorang mantan preman yang bertaubat.

Sekian Lama Menunggu Jodoh, Kain Kafan Yang Dipinta Ariyati

Whatt??? Kain kafan??? Sebagai mahar??? Serius???
Yupz! Bahkan tiga rius!

Sebagai teman yang pernah berada dalam satu naungan dalam dunia perjodohan, di sebuah group yang bernama Ta'aruf, saya dan Ariyati sering bertemu. Pertemuan pertama kami adalah Agustus 2014. Di mana saat itu Ariyati adalah member group perjodohan yang kami, para admin (pengurus) tunjuk menjadi salah satu panitia kopdar di Bogor yang dilaksanakan pada 07 September 2014.

Seiring berjalannya waktu, pada diri Ariyati semakin terlihat kelebihan-kelebihannya. Dibalik suara kalemnya ia adalah sosok yang tangguh, berani, dan cekatan. Keaktifannya untuk menghadiri setiap pertemuan di group yang kami bina, membantu memproses member yang ingin menikah, membuat kami jatuh cinta kepadanya untuk mengangkatnya sebagai admin juga.

Akibat Mengabaikan ATM Hilang

Ceritanya semalam mendadak suami membutuhkan uang. Sementara di dompet saya hanya ada cukup buat makan beberapa hari ke depan. Akhirnya saya tawarkan untuk transfer dari rekening. Seperti biasa, saya menggunakan SMS banking untuk melakukan transaksi. Tetapi entah mengapa kali ini saya tidak bisa melakukannya. Berkali-kali saya coba selalu gagal. Bank terkait selalu memberikan balasan yang sama, yang intinya 'Transaksi gagal. Nomor Anda belum terdaftar sebagai pengguna SMS banking' tentu saja saya bingung, karena selain uang harus ada maghrib itu juga, menggunakan SMS banking dengan nomor handphone yang sama ini telah saya lakukan sejak lama. Sekurang-kurangnya empat tahunan. Selama itu tidak pernah ada masalah. Sekarang disaat urgent begini mengapa mendadak nomor belum terdaftar di bank? Ada yang tidak beres. Pikir saya.

Taman Sehati, Alternatif Liburan Akhir Pekan

Pindah dan tinggal di Cikarang sebenarnya bukanlah pilihan. Tetapi keadaan memang mengantarkan keluarga kecil kami menetap di Cikarang - Jawa Barat. Seperti biasa, dan sebeumnya. Di manapun berada, saya tetaplah saya, yang tidak suka keluyuran atau menenangga jika tidak ada keperluan. Jadilah sehari-hari hanya bersemedi di dalam kamar. Menikmati sepi sambil berselancar di maya.

Nah, pas Minggu lalu, suami libur dua hari. Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan langka ini. Saya ajak my lope-lope untuk mencari kontrakan baru, karena tempat yang kami huni selama setahun belakangan benar-benar sudah tidak menyisakan kenyamanan bagi saya. Terutama jika tetangga sebelah sudah di rumah. Musik yang diperdengarkan benar-benar serupa hajatan. Sementara saya punya bayi yang membutuhkan ketenangan.

ASUSPRO B8230 Si Mungil Yang Super Keren

Awalnya, saya membuat blog di Multiply pada tahun 2009, dengan tujuan agar bisa mendownload lagu-lagu kesukaan saya waktu itu. Tak pernah terlintas sedikitpun di benak saya bahwa akhirnya saya akan sampai pada tahap sekarang ini. Membuat blog satu lagi di WordPress dan mengisinya dengan berbagai curhatan, lintasan pikiran, dan pengalaman sehari-hari. Namun demikian, saya tetap berusaha menampilkan konten yang bisa menginspirasi, atau minimal bisa diambil manfaatnya oleh pembaca. Saya juga berusaha menawarkan keindahan pada tampilan visualnya. Dan itu, bukan hal yang mudah bagi saya yang masih minim pengetahuan mengenai tekhnologi dan blogging. Saya harus mencari informasi kesana-sini, browsing kesana-sini. Kadang bisa mencapai 6 -10 window terpampang di laptop saya demi informasi yang saya butuhkan. Saya juga harus banyak membaca untuk memperluas wawasan, sehingga pembaca tidak bosan dengan tulisan saya. Selain itu, saya juga banyak menonton film dan drama luar negeri (yang ini mah memang hoby) untuk menambah pengetahuan.

Nurul Fahmi, Pembawa Bendera Bertuliskan Lafadh Tauhid Dan Ghirah Dakwahnya


Beberapa hari ini, bacaan suami saya sepertinya tidak jauh-jauh dari kasus bendera merah putih dan lafadz tauhid. Menurut beliau, pemegang bendera ditahan polisi. Hmmm... Padahal sebelumnya sudah banyak bendera merah putih yang ditambah tulisan atau gambar sesuai peminat si pemegang dalam beberapa acara, tetapi fine fine aja tuh. Nggak ada berita tahan menahan. Entah mengapa kali ini si pemegang bendera harus ditahan. Info yang saya dapat karena dianggap telah melecehkan bendera merah putih. Hmm... Jadi yang sebelum-sebelumnya beda gitu?

Pengalaman Berburu Clodi

Sepertinya saya bakal peroleh predikat baru mulai sekarang. Miss Diskon! Begitu kata suami sambil tertawa.
"Lihat Bundamu, semua dibeli kalo ada diskon. Butuh nggak butuh kalo diskon pasti dibeli. Beli Clodi pun diskon." Katanya ke putri cantik kami yang baru berumur dua bulan semingguan, saat saya membuka bingkisan kecil yang dikirim dari Jogja.
Ya. Itu memang benar. Sejak fullday menjadi ibu rumah tangga, saya memutuskan untuk lebih cerdas dalam banyak hal. Termasuk dalam pengelolaan keuangan. Saya mengajak suami pergi belanja ke Giant juga hanya setiap Sabtu atau Minggu saja. Alasannya, selain libur kerja suami hanya di hari Minggu, di Giant banyaknya produk diskon pada setiap week end. Dan yang menguntungkan bagi saya, produk yang saya butuhkan selalu ada diskon. Seperti rinso cair, tissue, susu UHT dan banyak lagi lainnya. Kadang sayuran juga diskon 50%. Kalau buah paling hanya jeruk yang sering saya beli di Giant. Karena nggak ada di penjual di jalanan.
"Cantik warnanya." Saya mengomentari Clodi yang baru saja saya buka. Warna pilihan penjual untuk bayi perempuan dengan berat 5,3 kg.

Berbagi Tugas Dengan Suami

Akhir pekan tiba! Waktunya memanjakan diri. Upz... memanjakan diri? Emang bisa? Ada baby gitu loh. Boro-boro memanjakan diri, pingin ngelurusin punggung aja susahnyoo ampyun. Harus pandai-pandai mencuri waktu. Karena si baby membutuhkan time khusus untuk selalu nempel dengan Bundanya. Bahkan bobokpun maunya dalam pelukan bundanya.

Babyblues Kedua

Semalam berkesempatan mengikuti kajian di sebuah forum di WhatsApp, tema yang diambil adalah "Bahagia Dengan Sholat". Sejenak saya berfikir ketika tahu temanya adalah tentang bahagia. Tentang sholat.
Hati kecil saya bertanya,  "Saya sholat, apakah saya bahagia?" Ya saya bahagia, apalagi dengan kehadiran buah hati yang lama saya idam-idamkan. Terasa lebih lengkap sudah keluarga kecil saya.
Tetapi ada hal yang sangat mengganggu kenyamanan saya selama dua bulan terakhir. Ketakutan-ketakutan berlebihan yang saya alami. Sehingga membuat kebahagiaan saya terganggu. Dan sholat saya belum mampu mendamaikan hati.

Saya berusaha menahan diri untuk tidak menceritakan masalah saya tersebut ke orang lain. Itu karena saya tidak ingin mendapat cemoohan dan olok-olok. Biarlah orang melihat Ida Raihan adalah sosok yang kuat dan tangguh sebagaimana label sematannya sendiri untuk menghibur diri dari kelemahan sekaligus doa dan harapan. Muslimah Tangguh.

Sulitnya Menjadi Seorang Ibu

Dua bulan sudah menjadi seorang ibu. Rasanya walaupun tak pernah sama, saya sudah bisa menengok ke belakang bagaimana repotnya ibu saya dulu dilelahkan dengan ke delapan anak-anaknya. Sungguh, menjadi seorang ibu tidaklah mudah.

Sebagai ibu baru, banyak sekali yang saya tidak fahami. Sering bingung apa diinginkan dan dibutuhkan bayi. Browsing di Google masih belum memberi saya pemahaman yang cukup. Saya masih sering bingung untuk bertindak.

Sedih ketika bayi menangis terus. Bahkan tidak jarang saya ikut menangis. Emosi ketika bayi rewel. Apa yang saya lakukan seperti tidak pernah ada benarnya. Panik ketika bayi batuk, tersedak, muntah atau badan panas. Semakin jengkel ketika ajuan membawa bayi ke dokter ditolak oleh suami, dengan alasan tidak perlu (seringnya jika berhasil membawa bayi ke dokter, dokter memang mengatakan "tidak apa-apa. Ibu baru memang selalu cemas. :D ).

Catatan 3 Januari

Istri (keluar dari kamar mandi) "Selamat Ulang Tahun..."
"Eh? Tanggal berapa ini?" Sahut suami.
"Tiga Januari."
"Eh iya... sudah sekian tahun kita."
"Perasaan udah lama banget ya?"
"Bosen gitu?"
"Wakakakak"
Sedikit salah ucap, or…
back to top