26 May 2015

PENGGUNAAN EMOTICON DAN SEX ORIENTED

Gambar ambil di Google
Tulisan ini saya tujukan untuk sahabat-sahabat perempuan saya di sini. Pria mohon tidak tersinggung. Silakan klarifikasi dengan damai saja jika itu bukan Anda.

Siapa yang paling demen menggunakan icon/emoticon? Mungkin di sini, saya adalah orang yang paling sedikit menggunakan fasilitas tersebut. Kalaupun saya menggunakannya biasanya (sejak belajar taubat lho ya?) icon nyengir dan senyum, itu agar pembaca tahu bahwa saya sedang tidak marah.

Fasilitas icon memang sangat membantu, terkadang ianya bisa mewakili perasaan kita. Namun tahukah kita, Temanz, efek di balik penggunaan icon bagi seorang pria?

09 May 2015

AGAR JODOH SEGERA DATANG

Gambar diambil dari Google
Luasnya bumi persada ini, memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk menemukan si dia, sosok peneduh yang ditunggu-tunggu. Namun tidak sedikit di antara kita yang merasa begitu sulit menemukannya? Mengapa?

Karena jodoh ada di 'tangan' Tuhan. Wajar jika kita merasa tidak mudah mengambil/menjemputnya. Mengapa? Karena kita terlalu kecil, sedangkan Tuhan Maha Besar.
Lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa menjemput jodoh kita? Dipinta dulu pada, Tuhan.
Meminta kepada Tuhan bukan dengan kekerasan, bukan pula dengan pemaksaan. Tetapi Tuhan akan memberikan jika kita pinta dengan kelembutan. Memenuhi apa yang dipinta Tuhan, dan menemui-Nya di saat yang tepat.

03 May 2015

Menyamakan Frekuensi Dengan Jodoh Kita

Ilustrasi dari Google
Bismillah… Seorang anak kecil sangat menyukai kalung imitasinya. Tetapi sang ayah tahu benar kalung itu sangat tidak bagus bagi putrinya. Ianya bisa berakibat iritasi di lehernya.
Suatu malam si ayah membujuknya agar kalung tersebut diberikan kepadanya. Si anak keekeuh mempertahannya. Ayah yang bijaksana ini tidak memaksa, tetapi hampir setiap malam dia mendatangi putrinya untuk meminta dan melepaskan kalung tersebut. Akhirnya suatu malam yang entah sudha ke berapa kalinya, si anak mengalah dan memberikan kalung tersebut pada Ayahnya.
Ke esokan harinya, sang ayah memanggil putri tercintanya. Alangkah bahagianya ketika si putri ini mengetahui apa yang diberikan ayahnya. Sebuah untaian kalung yang lebih indah. Dan yang pasti kalung tersebut bukan imitasi!
Pernah membaca kisah ini Sahabat-Sahabatku? Apa yang kau proleh dari cerita di atas?