31 December 2015

Menyikapi Perbedaan Hobi Dengan Pasangan

Bertemu dengan seseorang yang cocok dengan kita, baik dari segi cara berfikir, kebiasaan atau pun hobi, tentu merupakan dambaan semua orang. Banyak orang yang bisa dengan mudahnya akrab satu sama lain, hanya karena disatukan oleh hobi yang sama.

Mungkin memang ada orang yang berbeda hobi namun tetap adem ayem menjalani kebersaamaan. Tetapi mungkin sedikit jumlahnya.  Mereka yang masih melajang dan sedang mendambakan sosok pendamping hidup tentu akan sangat bahagia ketika bertemu dengan orang yang dirasa sejalan dengan cara mereka, dan memiliki hobi yang sama.

Dalam kehidupan berumah tangga, mereka yang memiliki perbedaan hobi, tentu bisa merasakan betapa tidak enaknya memiliki hobi yang berbeda dengan pasangan. Terutama jika perbedaan itu sangat mencolok. Misal, perbedaan dalam menyukai hiburan. Suami sangat suka mendengarkan musik,  sementara si istri sangat tidak suka. Suami selalu ingin menyertakan musik dalam setiap aktivitasnya, sementara istri selalu merasa terusik jika ada musik. Hal seperti itu tentu sangat mengganggu.

Suami ingin mendengarkan lagu, sementara istri tidak mau. Jika ego yang dikedepankan tentu keduanya akan sama-sama merasa terganggu. Hobi dan privasi terbatasi.

Di sinilah pentingnya komunikasi. Saling menghargai, dan saling mengerti. Membuka kesempatan untuk membuat kesepakatan. Untuk pasangan yang memiliki aktivitas kerja berbeda mungkin akan lebih mudah mengatasinya, karena tidak 24 jam bersama-sama. Tetapi, bagi mereka yang selalu bersama, tentu membutuhkan solusi berbeda.

Di antaranya adalah, membuat kesepakatan sesuai waktu. Tentukan jam berapa/kapan pasangan boleh menikmati hobinya. Menahan diri bagi pasangan yang yang lain, sebelum peroleh giliran menikmati hobi sendiri. Akan tiba masanya giliran itu. Dengan begitu,  beda kesukaan tidak akan menjadikan rumah tangga bak genderang perang yang ditabuh setiap hari.


Ida Raihan
Lembah Hijau, Kamis, 31 Desember 2015 (22:22)

26 May 2015

PENGGUNAAN EMOTICON DAN SEX ORIENTED

Gambar ambil di Google
Tulisan ini saya tujukan untuk sahabat-sahabat perempuan saya di sini. Pria mohon tidak tersinggung. Silakan klarifikasi dengan damai saja jika itu bukan Anda.

Siapa yang paling demen menggunakan icon/emoticon? Mungkin di sini, saya adalah orang yang paling sedikit menggunakan fasilitas tersebut. Kalaupun saya menggunakannya biasanya (sejak belajar taubat lho ya?) icon nyengir dan senyum, itu agar pembaca tahu bahwa saya sedang tidak marah.

Fasilitas icon memang sangat membantu, terkadang ianya bisa mewakili perasaan kita. Namun tahukah kita, Temanz, efek di balik penggunaan icon bagi seorang pria?

09 May 2015

AGAR JODOH SEGERA DATANG

Gambar diambil dari Google
Luasnya bumi persada ini, memberikan banyak kesempatan kepada kita untuk menemukan si dia, sosok peneduh yang ditunggu-tunggu. Namun tidak sedikit di antara kita yang merasa begitu sulit menemukannya? Mengapa?

Karena jodoh ada di 'tangan' Tuhan. Wajar jika kita merasa tidak mudah mengambil/menjemputnya. Mengapa? Karena kita terlalu kecil, sedangkan Tuhan Maha Besar.
Lalu bagaimanakah caranya agar kita bisa menjemput jodoh kita? Dipinta dulu pada, Tuhan.
Meminta kepada Tuhan bukan dengan kekerasan, bukan pula dengan pemaksaan. Tetapi Tuhan akan memberikan jika kita pinta dengan kelembutan. Memenuhi apa yang dipinta Tuhan, dan menemui-Nya di saat yang tepat.

03 May 2015

Menyamakan Frekuensi Dengan Jodoh Kita

Ilustrasi dari Google
Bismillah… Seorang anak kecil sangat menyukai kalung imitasinya. Tetapi sang ayah tahu benar kalung itu sangat tidak bagus bagi putrinya. Ianya bisa berakibat iritasi di lehernya.
Suatu malam si ayah membujuknya agar kalung tersebut diberikan kepadanya. Si anak keekeuh mempertahannya. Ayah yang bijaksana ini tidak memaksa, tetapi hampir setiap malam dia mendatangi putrinya untuk meminta dan melepaskan kalung tersebut. Akhirnya suatu malam yang entah sudha ke berapa kalinya, si anak mengalah dan memberikan kalung tersebut pada Ayahnya.
Ke esokan harinya, sang ayah memanggil putri tercintanya. Alangkah bahagianya ketika si putri ini mengetahui apa yang diberikan ayahnya. Sebuah untaian kalung yang lebih indah. Dan yang pasti kalung tersebut bukan imitasi!
Pernah membaca kisah ini Sahabat-Sahabatku? Apa yang kau proleh dari cerita di atas?

13 April 2015

Aku Lelah Mengejar Jodohku, Tuhan

Gambar diambil dari google
Pagi, waktu masih menunjukkan angka sembilan kurang, ketika dua orang wanita single itu duduk berdekatan. Yang satu sedang menatap layar computer, yang satunya sedang diam duduk di kursi. Entah apa yang memulai perbincangan, tetapi keduanya sampai kepada sebuah pernyataan yang sama. “Aku lelah dengan semua ini.”
Mereka bicara tentang sebuah hubungan antara pria dan wanita. Cinta dan pernikahan.

“Sebenarnya maunya Allah itu apa? Mengapa selalu begini? Sudah terlalu banyak yang datang dan pergi. Tetapi hingga detik ini masih sama, perpisahan yang sakit!”
“Terkadang aku membayangkan, disini aku berdiri, lalu di ujung sana suamiku berdiri. Di antara kami berdua, ada banyaaak sekali pria. Untuk sampai kepada suamiku, aku harus melalui satu-satu persatu pria-pria ini. Menampari mereka hingga tumbang. Hanya saja aku tidak pernah tahu. Masih ada berapa banyak lagi pria yang harus kutampar agar aku bisa mencapai suamiku?”
“Terkadang aku juga menghujat, Allah.Jika para pria itu bukan yang ditakdirkan sebagai jodohku, mengapa Dia harusmempertemukan aku dengan dia? Dan ada asmara antara kami? Membiarkan aku berharap, menuyusun mimpi bersamanya? Mengapa, Allah? Seharusnya Allah tidak mempertemukan aku dengan mereka-mereka. Bukankah Dia juga yang membuat hukum agar manusia menjaga hatinya?”
Hmmm… Seru ya, keluhan mereka? :D