Pages

10 January 2017

Sulitnya Menjadi Seorang Ibu

Dua bulan sudah menjadi seorang ibu. Rasanya walaupun tak pernah sama, saya sudah bisa menengok ke belakang bagaimana repotnya ibu saya dulu dilelahkan dengan ke delapan anak-anaknya. Sungguh, menjadi seorang ibu tidaklah mudah.

Sebagai ibu baru, banyak sekali yang saya tidak fahami. Sering bingung apa diinginkan dan dibutuhkan bayi. Browsing di Google masih belum memberi saya pemahaman yang cukup. Saya masih sering bingung untuk bertindak.

Sedih ketika bayi menangis terus. Bahkan tidak jarang saya ikut menangis. Emosi ketika bayi rewel. Apa yang saya lakukan seperti tidak pernah ada benarnya. Panik ketika bayi batuk, tersedak, muntah atau badan panas. Semakin jengkel ketika ajuan membawa bayi ke dokter ditolak oleh suami, dengan alasan tidak perlu (seringnya jika berhasil membawa bayi ke dokter, dokter memang mengatakan "tidak apa-apa. Ibu baru memang selalu cemas. :D ).


Sungguh, semua itu tidaklah mudah. Apalagi jika semua harus dijalani sendirian seperti saya. Perantauan berdua dengan suami, ketika suami berangkat kerja, saya benar-benar sendiri mengurus buah hati. Belum lagi babyblues yang masih bertahan dan selalu mengacaukan pikiran dan perasaan.

Bukan berarti sama sekali tidak bisa menikmati. Meskipun makan disambil memangku bayi, sambil menyusui, kadang harus ditunda sementara untuk nyebokin dan mengganti baju bayi. Semua tetap terasa nikmat. Begitu juga saat memasak atau mencuci pakaian. Pun sebentar-sebentar berlari ditinggalkan demi

Memengok si bayi. Lelah memang. Tetapi semua terbayar ketika menyaksikan senyuman si bayi. Tawanya yang mulai bersuara dan manis. Ocehannya yang mulai ramai. Saya yakin semua ini bakal dirindukan ketika si bayi telah tumbuh menjadi besar nanti.

Bunda mencintaimu, Nak.
Bunda menyayangimu.
Teruslah tumbuh menjadi Bidadari Bumi yang shalihah, sehat, cerdas. Kaya, dermawan dan penuh kasih.

#menulis di sela-sela kesibukan menenangkan anak yang sedang tidak mau ditaruh #minta gendong terus

Ida Raihan
Jati Pilar, Rabu, 11 Januari 2017 (12:01)

10 comments:

  1. Stay strong mba ida, semoga baby blues nya segera berlalu dan makin semangat mengasuh anak tersayang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Terimakasih banyak Mbak Nabila.

      Delete
  2. Semangat mbak..Saya banyak bertemu ibu2 dengan masalah seperti mbak. Solusinya adalah support dari family :) tetap positif dan bersukacita ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Mbak Dewi. Semoga dimudahkan semua urusanbpara ibu.

      Delete
  3. Iya ibu baru mmg mudah cemas mbk, aku pun dulu begitu..ahay..
    dan mmg obat yg paling mujarab adalah senyum dan tawa bocah, : )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha... Iya Mbak Inda. Meskipun Dokter udah bilang anak ga papa tetep aja cemas kalo merasa ada yang salah.

      Delete
  4. awalnya aku juga gitu..banyak cemas..., tapi akhirnya bisa juga bersikap biasa... tapi tetap butuh dukungan orang sekitar..ada tempat bertanya..biar ga cemas lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Bund, saya sedang berusaha agar bisa tenang. Kalo tanya ya palingan ke google atau teman FB.

      Delete
  5. Dinikmati...itu intinya sih...masa2 yg kita lalui tidak akan terulang kembali. Semua ibu mengalami kaget juga ga nyangka jadi ibu itu melelahkan...tapi membahagiakan kok, ga semua bisa jadi ibu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mak. Bersyukur sekali memang dikasih kesempatan ini. Sudah lama mendambakan baru sekarang terkabul punya momongan.

      Delete