31 March 2019

Ketika Terkabulnya Doa Tidak Sesuai Ekspektasi



Kali ini mau curhat, Mak. Rasa nyesek yang tiba-tiba bergelayut.

Doa yang TERKABUL. Lho doa terkabul kok malah nyesek? Iya nih. Karena bukan ini maksud saya.

Malam kemarinan sempet juga tertawa bareng suami. Ya, saya mentertawakan diri sendiri ketika akhirnya saya menceritakan apa doa saya sejak beberapa bulan (tahun mungkin) yang lalu.


Ceritanya, ketika saya masih aktif di komunitas di Jakarta, saya sering bertemu dengan pimpinan  organisasi. Beliau ini dulunya adalah preman pasar yang sudah berkali-kali masuk penjara. Bersyukur Allah memberinya hidayah sehingga kini menjadi orang yang sangat tunduk terhadap akidah dan menjadi pejuang dakwah. Setiap kali kami bertemu, selalu ada hikmah dari cerita beliau.

Suatu pertemuan beliau cerita bagaimana kondisi ekonominya ketika itu. Tinggal mengontrak di sebuah petakan selama bertahun-tahun bersama istrinya.

Hingga ketika beliau tiba di titik lelahnya, beliau pergi ke masjid. Di sana ia bersimpuh, mengadu akan kelelahannya membayar kontrakan setiap bulan yang terasa begitu cepat. Merasa belum hilang capeknya mencari uang untuk membayar bulan berjalan, bulan depan sudah diambang waktu. Sudah datang tagihan bulan berikutnya. Selalu begitu. Ya satu bulan memang terasa sangat cepat bukan? Hampir semua orang pasti merasakan hal itu.

Di masjid beliau mengadu, meminta kepada Rabbnya agar diberi tempat tinggal milik sendiri.

Dan Allah mengabulkan permintaannya! Tidak lama setelah itu, seseorang menghubunginya, dan memberinya sebuah rumah sederhana di daerah Pondok Gede.

Beberapa bulan berlalu, tahun berganti. Selama itu saya dan suami tetap tinggal dengan mengontrak petakan di daerah Jakarta. Lalu pindah ke Cikarang. Membuka usaha makanan di sebuah ruko besar daerah Lippo Cikarang. Alhamdulillah lumayan laris, sebelum akhirnya kami harus berpindah lagi, dan mencari kontrakan baru. Menyewa dua tempat sekaligus. Satu buat tempat tinggal, dan satu lagi untuk berdagang. Kami masih menikmati keramaian pengunjung, hingga terjadinya gejolak harga pasar. Semua harga kebutuhan berdagang melonjak. Beberapa pedagang makanan dan rumah makan sekitar banyak yang tutup. Kami tetap berusaha bertahan. Dan saya mulai merasakan kelelahan membayar kontrakan.

Terinspirasi dari cerita ketua komunitas, saya mengadu kepada Rabbku. “Beri kami tempat tinggal sekaligus buat berwirausaha yang tanpa harus membayar sewa yaa Allah.” Hampir setiap kali usai sholat, bahkan dalam sujud sholat, saya selalu meminta itu kepada Allah.

Endingnya, selepas mudik lebaran 2016, usaha kami menjadi sepi, pelanggan yang biasanya datang tanpa henti hilang sama sekali. Yang ada, wajah-wajah lama sekitar tempat kami berjualan saja. Kalaupun ada pembeli wajah baru, itu sangat sedikit jumlahnya. Hasil usaha kami menurun drastis. Penjual makanan sekitar pun semakin banyak yang tutup.



Akhirnya kami pun peroleh informasi, banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan, sehingga melakukan PHK besar-besaran. Oh… saya pun mengerti, kenapa pelanggan kami hilang semuanya. Mereka sudah tidak di sana lagi. Pulang kampung karena kehilangan pekerjaan.

Kami pun memutuskan untuk pindah lagi. Tetapi karena keterbatasan tenaga, karena saya memiliki bayi, suami memutuskan tidak membuka usaha lagi. Tetapi bekerja di sebuah PT daerah Jababeka. Doa meminta hunian yang nyaman tanpa harus membayar sewa bulanan terus saya panjatkan. Hingga tiba masanya, suami jenuh bekerja. Maklumlah dia bukan type pekerja. Jadi meskipun pekerjaannya sudah enak, tetap saja tidak betah. Kami memutuskan pulang ke Lampung di pertengakan 2018.

Yupz! Allah akhirnya mengabulkan doa saya. Di Lampung kami tinggal di rumah orang tua yang besar, kamar luas, dan ada kios untuk wirausaha di depan rumah. Sayangnya saya tidak menyadarinya, bahwa di sini, doa saya sedang bekerja.

Awal November kami meninggalkan Lampung dan menuju Surabaya.

Di Surabaya, kami tinggal bersama mertua. Anehnya, saya baru menyadari beberapa hari terakhir ini. Bahwa inilah jawaban Allah akan doa saya. Tempat tinggal yang tanpa membayar sewa. Membuat saya tertawa. Mentertawakan sekaligus menangisi diri sendiri.

“Yaa Allah, bukan ini maksud saya.” Saya tidak ingin tinggal sama orangtua maupun mertua saya. Saya ingin memiliki rumah sendiri bersama keluarga saya tercinta.

*Curhat pagi

Tabik
Ida Raihan
Surabaya, Senin, 01 April 2019 (07:31)

55 comments:

  1. Saya pernah ngerasain yg mbak Ida alamin ini..yaitu waktu berdoa Minta jodoh.. waktu Minta jodoh dulu doanya panjang banget soal kriteria jodoh Yang saya inginkan.. alhamdulillah dikabulkan, tapi saya lupa nyebutin tinggi langsing ideal, alhasil dikasih you cubby gendut, heheehee..mungkin lain Kali Kalo berdoa harus lebih spesifik yaa, hihi ��

    ReplyDelete
  2. Aku juga pernah dengar kalau berdoa itu haru spesifik ya mbak maunya seperti apa. Kalau bisa sebutkan juga waktunya mbak, misalnya pingin punya rumah usaha sendiri yang ditinggali keluarga di tahun ini :)

    ReplyDelete
  3. Semoga doa berikutnya terkabulkan Mba, kan katanya Allah memberikan apa yang kita perlukan, bukan kita inginkan :)

    ReplyDelete
  4. Bener banget, aku juga pernah mendengar tentang doa itu harus spesifik. SEbutkan detilnya, dan udah mulai praktek, kalo pengen ini ya udah sebut dengan jelas. Alhamdulillah Allah selalu tahu apa keinginan hambaNYA melalui doa yang diucapkan dnegan besungguh-sungguh

    ReplyDelete
  5. Hehehe.. Allah lebih tahu yg terbaik buat kita.
    Aku biasanya merayu-Nya dengan, "Engkau tau aku ingin begini2.." jadi SKSD begitu 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah bener banget nih yg dikatakan Mb Farida. Mungkin Allah memiliki rencana lain di balik doa yg 'meleset' tadi. Ujian kesabaran agar makin naik level keimanan mungkin yaaa

      Delete
  6. Saya juga punya doa yang sama mbak, bisa tinggal di rumah sendiri tanpa harus membayar sewa. Bahkan kini doanya lebih khusus. Ada tanah kosong di depan rumah kontrakan saya, ada papan bertuliskan di jual, sudah bertahun-tahun, tapi papan itu masih ada. Kata beberapa tetangga, karena pasang harga mahal jadinya sampai sekarang belum laku. Jadi doa saya adalah ingin diberikan rejeki hingga bisa membeli tanah di depan rumah itu

    ReplyDelete
  7. Masya Allah, betapa Allah itu dekat dan pasti akan mengabulkan doa hambanya ya, Mbak. Namun sekali lagi, manusia memang kadang menyadari di saat sedang jauh dari apa yang diberikan oleh Allah. Semoga semua iktiar dan doa kita mendapatkan hasilnya ya, Mbak. Aamiin

    ReplyDelete
  8. Kalo doa terkabul tapi gak sesuai harapan, aku meyakini itu yang terbaik buat hidupku dan menjalaninya dengan maksimal diiringi doa

    ReplyDelete
  9. Keep spirit mak, yang penting kita tetap jaga iman, hubungan dengan suami dan keluarga, masalah rezeki memang naik turun dan nikmati saja prosesnya.

    ReplyDelete
  10. Kadang doa itu tertunda dikabulkannya, bisa jadi nanti dikabulkan ketika kita memang sedang mebutuhkannya, jangan pernah letih berdoa

    ReplyDelete
  11. Masya Allah pengalamannya luar biasa mbk, pindah kesana kemari. Semoga doa yang selama ini diinginkan, diijabah ya mbk.. Aamiin

    ReplyDelete
  12. Pernah nih... doa biar jadi nomr 1... ternyata dari 40 soal cma betul 4 jadi dapt nilai 1...
    Doa biar dpt IP diatas 3,5 dptnya 3,19.. padahal yg saya maksud 3,50. Bukan 3,05

    ReplyDelete
  13. Tapi pasti yg terbaik ya mbaa.. doa aku selalu percaya kekuatannya. Apalagi doa spesifik. Dulu minta jodoh bener2 spesifik, alhamdulillah dikabulkan. Ya jadi memang kadang ketawa kadang nangis hihi

    ReplyDelete
  14. Wah Alhamdulillah yah mbak, Allah memang selalu tahu jalan yang tepat bagi kita yah mbak. Tapi terkadang kita nya aja yang suka gak menyadari

    ReplyDelete
  15. Hihihi, berdoa itu memang harus spesifik ya... Alhamdulillah sekarang jg ga perlu bayar kontrakan... Mudah2an nanti Allah mengabulkan untuk segera punya rumah sendiri :)

    ReplyDelete
  16. Semoga Allah mudahkan ya Mbk, doa-doa ini mungkin baik bagi Allah belum cocok buat kita. Jadi kita syukurilah dulu, insya Allah akan ada waktunya punya rumah sendiri.

    ReplyDelete
  17. Inilah yang akan membuat kita lebih bersyukur. Punya mertua baik dan tidak cerewet sehingga bisa kaya merawat orangtua sendiri.

    Ada hikmahnya setiap peristiwa dan doa yang tidak terkabul

    ReplyDelete
  18. Mungkin di sinilah Allah ingin kita belajar lebih banyak tentang sesuatu. Jadi bukan perkaran diijabah atau bukan, namun lebih ke pembelajaran hidup yang nantinya akan saling terkait dengan kejadian di masa depan.

    ReplyDelete
  19. hehehehehe... kok lucu ya mbak...

    tapi pasti ada hikmah dan pelajaran dari setiap takdir yang kita jalani. Semangat, mbak ida...

    ReplyDelete
  20. Allah selalu tau apa yang terbaik untuk kita, Allah akan kasi apa yg kita butuhkan bukan yg kita inginkan ya

    ReplyDelete
  21. Seperti kata almarhum kakek saya, rincilah doamu meskipun Allah sebenarnya tahu apa yang ada di dalam hati kita.
    Ceritanya menarik, mbak. Semoga rejeki juga makin bertambah ya..

    ReplyDelete
  22. Lucu memang ketika doa terkabur tapi tidak seperti harapan kita. Orang yang saya kenal bilang, doa memang sebaiknya spesifik. Tetap semangat ya Mbak

    ReplyDelete
  23. Aku ingat sewaktu kecil pernah berdo'a sepsifik minta ini itu sama Allah dan hampir semua do'a masa kecilku itu terkabul. Beberapa kali aku ingat doa-doa yang dipanjatkan sewaktu kecil dan ternyata semuanya tercapai. Kalau ingat itu rasanya ajaib sekali.

    ReplyDelete
  24. Kalau aku lebih percaya bahwa Allah lebih tau apa yang kita butuhkan. Kadang aku pun pernah berdoa minta sesuatu tapi kadang hasilnya beda, dan aku sadar ini yang aku butuhkan bukan yang aku minta. Semoga doa-doanya terus terkabulkan ya mbak.

    ReplyDelete
  25. Kisah menarik mba jadi pembelajaran ya. Aku juga suka gitu, berdoa dan dikabulkan meskipun tidak spesifik. Makasih mba,rasanya kaya diingatkan untuk terus memohon tanpa lelah

    ReplyDelete
  26. Tapi kalo orangnya gak peka/gak mau mikir ya gak tau ya Mbak kalo sesungguhnya kondisi saat ini adalah hasil dari doa-doanya. Hehe. Saya juga pernah kok Mbak seperti itu, sadarnya beberapa waktu kemudian. Hehehe.

    ReplyDelete
  27. Dulu aku berfikir kalo Allah nggak mengabulkan doa kita artinya Allah gak sayang tapi sekarang aku sadar kalo apapun yang diberikan Allah adalah yang terbaik. Tentunya jangan pernah putus berdoa

    ReplyDelete
  28. Iya yaaaaa, mau deh berdoa nyebut spesifik gtu ya mbak.
    Btw sbg manusia biasa kdng aku tu mengalami masa capek wes ngarep tp blm sesuai kenyataan ,tapi kadang pas rehat gtu eh malah dikabulkan. Jd malu yaaaa....

    ReplyDelete
  29. Kadang-kadang Saya juga mempertanyakan ke diri sendiri. Tetapi, akhirnya kembali ke prinsip kalau Allah pasti lebih tau dan selalu memberikan yang terbaik :)

    ReplyDelete
  30. Kadang aku malas berdoa dengan detil apa yang kuminta karena yakin Allah akan tahu dan mengabulkan apa yang memang sesuai. Tapi ternyata berdoa itu harus spesifik ya, dan tetap pada ujungnya berpasrah padaNya, apa yang belum dikabulkan pasti belum terbaik bagiNya untuk kita

    ReplyDelete
  31. Terkadang aku gitu juga Mbak Ida, berdoa neritik terlalu spesifik tapi sempat kecewa dikasih Allah tidak sesuai harapan. Ternyata di kemudian hari, aku baru menyadari sesuatu. Bahwa dikabulkannya doaku kemarin, ada maksud dan tujuan yang manusia tidak pernah tahu.

    Semoga dengan ini Mbak Ida lebih legowo ya jadi umatNya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Contoh aja nih ya Mbak, adikku waktu itu berdoa dan berusaha agar keterima di PTN yang notabene harus ngekost di luar kota. Ternyata Allah tidak mengabulkan, sehingga adik harus kuliah di dekat rumah tapi swasta.

      Dua tahun kemudian, ternyata Bapak kami sakit keras dan adikku lah yang merawat dan menjaga beliau hingga akhirnya Bapak kami kembali ke Rahmatullah.

      Allah bukan tidak mengabulkan, Mbak. Hanya saja jika saat itu adikku diterima di luar kota, maka adikku mungkin menyesal karena tidak bisa merawat alm bapak di hari-hari terakhir T_T

      Delete
  32. Masya Alloohh.. Seneng rasanya bacanya Mba, ada aja rahasia takdir Allah ya Mba. . Semoga selalu dlm kasih sayang Allah

    ReplyDelete
  33. Jadi ingat doaku dulu saat minta momongan dan sampai tahun ke 5 pernikahan belum jua dikabulkan.

    Suatu hari aku mendengar sayup-sayup terjemahan Alquran dari pengeras suara di mesjid yang kemudian aku cari ternyata Al Baqarah 216 :


    و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

    “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

    Aku langsung berbisik lirih, "Iya, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untukku"

    Sejak saat itu doa aku ubah, bukan minta keturunan lagi, tapi minta yang terbaik.

    Alhamdullillah... tahun ke 7 aku dinyatakan hamil, di saat aku dan suami sudah siap, lahir dan batin, Insya Allah...

    Semoga membantu, ya mba...
    Peluk...

    ReplyDelete
  34. Aaah mba...memang hidup penuh misteri dan Allah SWT sudah mengatur yang terbaik untuk kita semua. aku jadi inget pengalamanku sendiri Mba..

    ReplyDelete
  35. Curhatan yang mencerahkan sekali mbak. Saya pun pernah mengalaminya. Minta doa ini itu, dan setelah dikabulkan baru nyadar. Oh ini toh jawaban dari doaku yang Allaah kabulkan. Maa syaa Allaah... intinya ya tetap harus bersyukur ya mbak. Dan mungkin lain kali klu mau berdoa lagi doa kita harus lebih spesifik lagi ya eh tapi bukan karena Allah tak tahu apa yang kita maksud, hanya saja apa yang Dia berikan pastilah itu yang terbaik. Semangat mbak :)

    ReplyDelete
  36. InshaAllahnya doanya akan terkabul pada saat yang telat ya mba.. semoga someday bisa memiliki rumah sendiri.. yakinlah bahwa tidak ada yang tidak bisa dalam
    hidup ini, terus berusaha dan berdoa.. tunggu saatnya bisa saja mba.. aamiin

    ReplyDelete
  37. Allah emang selalu memberi yang terbaik untuk hambanya. jika doa yg dikabulkan tidak sesuai yang diharapkan mungkin harus kembali berdoa lagi.

    Aku juga pernah merasakan hal seperti ini, tapi apa boleh buat mungkin allah memberikan takdirnya pada kita. tapi aku yakin, jika terus berdoa insya allah memenuhi doa sesuai keinginan kita.

    ReplyDelete
  38. Duh Mbaa. Membaca curhatan Mba saya gak tau mesti sedih atau ikut tertawa. Gimana ya, doa terkabul tapi gak sesuai dengan yang diinginkan :')

    ReplyDelete
  39. Ini benar ya ternyata, doa mesti detail. Aku pun pernah mengalaminya, pas curhat sama mama, eh mama malah bilang: doa itu mesti detail. Kamu minta banyak kerjaan, ya beneran dikasi banyak kerjaan cuma nggak ada uangnya. Soalnya di dalam doamu kan cuma minta kerjaan, nggak sekalian minta uangnya. Gituu... Sejak saat itu, doa saya detail banget. Kadang terwujud, kadang ya tidak. Tuhan pasti tahu apa yang paling kita butuhkan. Ini masih saya percayai hingga hari ini

    ReplyDelete
  40. Mbak, maaf ya saya jadi ikutan ketawa. Hiihiihi. Benar ya kalau doa itu harus spesifik. Disebutkan maunya apa, yang bagaimana, untuk apa dan siapa, seeemua harus detil. Yang ada sekarang ya disyukuri aja dulu Mbak, sambil jalanin usahanya, doa yang baru lagi yang lebih spesifik. :))

    ReplyDelete
  41. begitu memang mbak, doa terkabul sesuai yang dipanjatkan. AKu pernah berdoa kerja dekat laut supaya bisa sering main, eh beneran lho tapi tempatnya jauuuh dari rumah, ga betah juga. heheh

    ReplyDelete
  42. Saya pun pernah merasakan doa itu bekerja, kak Ida.
    Saat lahiran anak pertama, saya memohon pada Allah agar anak ini kelak menjadi anak yang bijaksana, pengertian dan sholiha.

    MashaAllah~
    belum ada 2 tahun, saya hamil lagi.

    Shock kan yaa...
    Rasanya belum siap diamanahi 2 anak berjarak dekat.

    Ternyata setelah anak-anak besar, saya baru menyadari 1 hal.
    Bahwa di sinilah doa saya bekerja.

    kaka benar menjadi kaka yang dewasa dan bijaksana, karena terpaksa.
    Dipaksa memiliki adik dan belajar banyak hal.

    Kami semua menjadi orangtua yang berproses dan tidak instan.
    MashaAllah~

    Allah Maha Besar atas KuasaNya.
    Tabarakallahu~

    ReplyDelete
  43. Doa kita belum tentu yg terbaik utk kita mba. Alloh tahu yg terbaik utk hambaNya. Yg itu kadang beda dgn doa kita. Sabar dan syukur ya.

    ReplyDelete
  44. Allahuakbar ya Mba Ida
    bersyukur dengan yang Allah beri adalah kunci
    setiap izinNya pasti mmemiliki banyak hikmah
    semangat terus mba, semoga suatu saat punya rumah sendiir aamiin

    ReplyDelete
  45. Semoga Allah senantiasa melindungi hati dan pikiran mba agae tetep bahagia ya mba. Di manapun. Insya Allah tempat baik dan bisa jaei belajar mba. Semangat

    ReplyDelete
  46. aku bingung mo ikut sedih atau ketawa. soalnya merasakan banget pernah di posisi itu. Allah gak pernah salah memberi, kita yang selalu menganggap Allah sudah maha tau tanpa menjelaskannya wkwkw aku nyesek pas sadar diterima di kampus ga impian ku tapi ada selalu di doaku. musti piye toh akutu

    ReplyDelete
  47. Allah selalu punya cara untuk membuka mata hati hamba-NYA ya..hehe..

    ReplyDelete
  48. Aku juga pernah berdoa seperti itu mbk. Semoga dimudahkan segala urusannya ya mbak

    ReplyDelete
  49. Katanya kalau berdoa itu minta dikasih yang terbaik aja hehe... Allah mengikuti persangkaaan hamba-Nya ya. Kalo ga bayar sewa, di mana lagi kalo bukan di rumah ortu wkwk

    ReplyDelete
  50. memang suka gitu ya mba, maunya kita A padahal belum tentu yang terbaik untuk kita itu A, yang penting jangan putus asa dan terus berdoa

    ReplyDelete
  51. Aku pernah seperti ini
    Aku minta menang lomba dan belum dimenangkan lalu saya mengulang doa dengan menyebutkan nama lomba kuikuti, akhirnya dikabulkan
    Allah Maha baik

    ReplyDelete
  52. Doa kita kepada Allah SWT ada yang cepat dikabulkan, ada yang lamaaa banget. Ya macam2 deh. Namun kita ga boleh berputus asa dan berhenti berdoa. Siapa tau dikabulkannya nanti di saat waktu yang pas menurut Dia, bukan kita :)

    ReplyDelete