11 December 2018

Menjadi Full Mom Blogger, Kenapa Tidak?




Jaman saya masih ngeblog di multyply dulu, menyimpan tulisan menjadi rutinitas yang biasa. Dengan niat menyimpan catatan agar kelak bisa dibaca-baca anak cucu, dan memberikan pelajaran bagi mereka. Sayangnya harapan itu sirna ketika akhirnya fihak multiply merilis informasi bahwa multiply harus tutup tahun itu. Pengguna panik. Bagaimana cara menyelamatkan postingan yang sudah sebegitu banyaknya? Alhamdulillah, karena akhirnya, para master banyak yang menemukan cara untuk menyematkan tulisan-tulisan  di blog multiply dan memindahkannya ke blog baru sesuai keinginan. Yaitu di blogspot maupun wordpress. Saya memilih wordpress ketika itu. Dan meneruskan aktivitas menulis di Wordpress.


Sayangnya, saya juga tidak bisa menulis untuk blog tersebut setiap hari. Perubahan status dan single ke menikah, membuat permasapahan hidup pun berubah. Sehingga saya tidak lagi berani menceritakan pengalaman hidup ke tulisan untuk di posting karena itu menyangkut permasalahan rumah tangga. Aib. Sehingga saya memilih membuat blog rahasia untuk meluahkan pengalaman tidak enak dalam kehidupan saya. Sayangnya, saya lagi-lagi kehilangan blog tersebut, karena diprivate, dan lupa email, pasword, lupa pula nama blognya. Hehe… parah kan saya?

Akhirnya tidak lagi curhat dalam waktu sekian lama. Dan kembali lagi di tahun 2015an. Dunia blogging telah berkembang pesat. Dari yang semula hanya sebagai lahan meluahkan kepenatan harian, curhatan, atau sekadar hanya berbagi pengetahuan, kini semakin memberikan manfaat lebih kepada banyak orang. Ngeblog tidak lagi hanya menjadi tempat meluahkan catatan.



Kini menjadi blogger, terasa lebih seru lagi, karena sudaah banyak ya g merasakan manfaatnya. Dari perolehan sahabat lebih luas lagi, ngeblog juga bisa memberikan penghasilan berupa pundi-pundi rupiah. Ngeblog juga bisa mengantarkan para traveller untuk bisa mengelilingi dunia. Maka tidak sedikit blogger yang akhirnya memutuskan untuk menjadi full blogger, dan keluar dari pekrjaan kantorannya. Wow… keren yah.

Menjadi blogger tidak terikat waktu. Bisa menulis kapanpun kita mau, dan di mana pun. Selama masih terkoneksi dengan internet tetap bisa dilakukan. Bisa tetap di rumah sambil mengawasi anak-anak. Bisa dicafe, atau di mana saja yang dimau.
Orang juga bebas dengan pilihan mau menjadi full blogger atau sebagai partime blogger.

Saya? Karena saya di rumah juga tidak memiliki banyak pekerjaan selain mengurus satu bidadari usia 2 tahun, maka menjadi full  blogger pun bisa menjadi pilihan. Dan saya telah memulainya. Bagaimana denganmu, Mak?

No comments:

Post a Comment