0
Home  ›  Tidak Ada Kategori

Kenapa Memaksa Diri Kuat, Padahal Capek?

"Pura-pura, lelah bilang kuat, wanita sok kuat"

 


Pengen tanya donk, Mak… 


Pernah nggak sih, kamu ngerasain ketika badan sudah capek banget, kepala penuh, hati juga lagi nggak baik-baik saja, tapi tetap bilang, “Nggak apa-apa. Aku bisa.”

“Gak apa, aku baik-baik saja.”


Padahal sebenarnya kamu sudah nyaris sampai di ambang batas.


Berani ngaku gak yaaa… Hehe…


Sebagai perempuan, sebagian dari kita memang sering sekali merasa harus kuat. Apalagi setelah menjadi seorang ibu. Sering ngerasa, “pokoknya aku harus kuat.”


Padahal, sebenarnya nggak harus begitu kan ya?


Meskipun ada banyak hal yang harus dipikirkan. Anak, suami, rumah, pekerjaan, ekonomi, plus urusan kecil yang kalau kita gak kerjakan, entah siapa yang bakal melakukannya. Bahkan kadang sama sekali gak ada yang peduli, sehingga berujung kita juga yang kena, dan malah menumpuk.


Ugh… pokoknya lelaaah 


Bayangin aja, pagi sibuk menyiapkan sarapan, ngurus anak berangkat sekolah. Setelah mereka berangkat emak nasih harus membereskan rumah, memasak lagi untuk makan siang, mencuci, menjemur, lipet baju de el el.


Beneran dah… pekerjaan gak ada habisnya.


Sudah gitu, pas nak anak di rumah lagi, kadang baru duduk sebentar, sudah ada yang manggil. Atau baru kelar verapamkerjaan, eh tau tau dah zuhur aja, dah asar, maghrib, lalu malam, dan esoknya mengulang lagi hal yang sama. 


Jenuuh…capek… boseeen… butuh me time tapi kagak bisa!


Yang lucu, sering kali kita bahkan nggak sadar kalau sebenarnya kita sedang lelah. Kita terlalu terbiasa menjalani semuanya sampai lupa bertanya kepada diri sendiri, “Aku baik-baik saja nggak, sih?” tau tau ambruk, kesehatan drop, dan stres yang tak disadari.


Saya, kalau sudah begini, biasanya tangan kaki, pipi, pada terasa gatal. Huhu…


Seringnya kaum emak tu yang ditanyakan “apakah anak sudah makan”, apakah suami sudah makan, apakah pekerjaan sudah selesai, apakah rumah sudah rapi. Tapi kita sering mengabaikan diri sendiri “Sudah cukup istirahat belum?”


Mungkin karena kita, kaum emak, terbiasa menempatkan diri sendiri paling belakang!


Kalau anak butuh sesuatu, kita dahulukan.


Kalau suami perlu bantuan, kita usahakan.


Kalau rumah berantakan, kita bereskan.


Sementara ketika diri sendiri sudah lelah, kita malah berkata, “Nanti saja istirahatnya.”


“bentar lagi, seleseein ini dulu, tanggung.”


Haish…


Kasihan amat badan. Padahal kita hanyalah manusia. Capek itu wajar, lelah juga biasa. Sedih? Boleh bangeeeet.


Jadi, gimana donk?

Pic: Canva



1. Akui


Jangan selalu mengatakan, “Aku nggak apa-apa,” kalau sebenarnya kamu sedang tidak baik-baik saja.


Akui saja kalo sedang capek. Jujur kepada diri sendiri.


“Aku capek.”


Simple kan?


Mengakui rasa lelah bukan berarti kita lemah. Justru dari situlah kita bisa tahu bahwa tubuh dan pikiran kita sedang membutuhkan perhatian.


2. Jangan merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri


Ya. Jangan pernah merasa bersalah hanya karena kamu butuh dan mengambil waktu “me time”.


Kamu bukan sedang meninggalkan keluarga atau tanggung jawab. Tapi hanya sedang mengisi ulang tenaga.


Mau ngopi sendirian, membaca buku, menonton film, tidur siang, atau sekadar rebahan gulir-gulir tombol tiktok pun nggak masalah. Atau boleh juga nonton dracin, sapa tau kan, ntarannya bisa jadi CEO beneran. Wakakakak…


Intinya, kita juga manusia. Kadang kita butuh waktu untuk diri sendiri. Ye kan?


3. Meminta bantuan


Jangan mengerjakan semuanya sendiri. Kalau ada yang bisa dimintai bantuan, manfaatkan saja.


Misal anak, suruh mereka membereskan mainannya sendiri. Mintai suami bantu mengurus pekerjaan rumah. Seperti menjemur pakaian, angkat jemuran, dan lainnya.


Meminta bantuan bukan berarti kami tidak mampu. Justru kamu sedang belajar menjaga tenaga agar tidak cepat habis. Setuju kan? 😁


4. Tak Harus sempurna


Rumah tidak harus selalu rapi. Makanan tidak harus selalu kamu memasak sendiri.


Tenang saja. Sekarang penjual makanan mateng itu buanyaaak. Kita tinggal pilih mau makan apa. Gak usah takut uang suami habis. Dia menikahi memang untuk menghabiskan uangnya. Hihi… *peace para suami, jangan marah 😁


Lanjut. Ingat, rumah tidak harus rapi!


Ada hari ketika kamu berhasil melakukan banyak hal. Ada juga hari yang kamu tidak harus menyempurnakannya.


Dan itu tidak apa-apa.


Jangan membuat hidup semakin berat hanya karena kamu ingin memenuhi standar yang sebenarnya dibuat sendiri.


5. Ingat bahwa kamu juga penting


Selama ini kita sibuk memastikan semua orang baik-baik saja.


Sekarang coba sesekali tanyakan kepada diri sendiri:


“Aku bahagia nggak yaaa?”


“Aku cukup istirahat nggak yaaa?”


“Apa yang sebenarnya sedang aku butuhkan?”


Kenapa?


Karena kita bukan cuma seorang ibu. Kita bukan cuma istri.


Kita juga seorang perempuan yang punya perasaan, keinginan, mimpi, dan batas kemampuan. Kita juga bagian dari keluarga yang harus dijaga.


Jadi Gengs, kalau suatu hari kamu merasa capek, berhentilah sebentar. Tarik napas, lalu istirahat. Jangan pernah memaksakan diri terus bekerja. Tenagamu bukan mesin.


Menjadi kuat bukan berarti tidak pernah lelah. Menjadi kuat adalah ketika kita tahu kapan harus berjuang dan kapan harus memberikan kesempatan kepada diri sendiri untuk beristirahat.


Setuju kan? Kasih pendapatmu di kolom komentar yaaa…




Post a Comment
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS