29 November 2018

Benda Koleksi Saya




Setiap kita pasti punya ya yang namanya suatu benda koleksi. Entah itu benda-benda kuno, lukisan, coin dan uang jaman dulu, atau barang-barang antik lainnya. Untuk barang-barang antik, ada orang yang memang hobi koleksi saja. Namun ada juga yang kemudin dijual lagi dengan harga yang tinggi. Biasanya pembelinya ini horang-horang kayah yang sudah tidak mempermasalahkan finansial mereka lagi. 

Bahkan tidak sedikit anak-anak yang juga punya koleksi mainan. Berbagai jenis boneka misalnya. Nah, sebagai orang tua, pasti tidak mau kalah donk sama anak-anak? Coba intip yuk rumahmu, apa saja koleksimu Guys?

Kalau saya sih tidak banyak, selain saya tidak suka menyimpan barang-barang yang sekiranya tidak bermanfaat bagi saya, juga lebih untuk menghemat uang jika dibelanjakan barang-barang yang sekiranya saya tidak membutuhkannya. Jadi saya hanya mengkoleksi apa yang saya butuhkan. Berikut adalah dua jenis benda yang sangat saya butuhkan dalam keseharian saya. Sehingga saya memiliki koleksinya meskipun belum sebanyak punya teman-teman lain tentunya. Dan tentu saja bukan barang antik.

1. BUKU. Yupz! Bagi saya, buku itu merupakan sahabat sejati yang tiada duanya. Kesetiaannya, pengetahuannya, kejujuranya. Karena itulah buku menjadi urutan utama yang menjadi koleksi di rumah saya. Dari yang fiksi seperti kumpulan cerpen dan novel, sampai nonfiksi, seperti motivasi, beberapa jenis panduan, pengobatan, tipz menjalani kehidupan, keagamaan, dan lain-lain.

Pixabay.com

Lemari pakaian mamak saya di Lampung pun tidak luput dari endapan buku koleksi saya sejak masih muda. Kebetulan seluruh keluarga saya memang suka membaca sejak dulu. Sehingga ketika saya membeli buku pun bisa menjadi lebih bermanfaat karena banyak yang membaca. Khususnya Bapak saya, yang sangat betah jika sudah membaca buku. Sama sih kayak saya. 

Sayangnya, ada satu kardus buku-buku koleksi saya yang saya beli dengan dollar sewaktu masih bekerja di Hong Kong tidak bisa saya selamatkan karena terhenti di rumah orang tua mantan. Entah apa nasibnya buku-buku itu. Semoga saja ada yang mau memanfaatkannya, agar tidak mubadzir dan sia-sia perjuanganku membawanya pulang (meskipun pakai jasa pengiriman sih)

2. Jilbab Segi Empat. Sebagai muslimah yang selalu mengenakan jilbab, saya dulu merasa tidak pernah nyaman memakai jilbab instant. Karena itulah koleksi jilbab saya adalah, jilbab segi empat. Apalagi setelah menikah, suami pun mengatakan lebih suka melihat saya mengenakan jilbab segi empat. Tersanjung donkk...

Sayangnya setelah memiliki anak, jilbab segi empat tidak lagi aman buat saya, karena terasa terlalu ribet jika bepergian dengan membawa anak yang masih menyusu. Apalagi anak saya sangat aktif, bisa-bisa berantakan dalam waktu sekejap jika saya memakai jilbab segi empat. Karena dia akan menariknya berkali-kali, dan saya harus bercermin untuk membetulkannya. Duh... ribet kan kalau harus bawa-bawa kaca segala? Beda dengan jilbab instan, yang meskipun berantakan mudah saja dibetulkan tanpa harus ngaca.

Sekarang ini, jilbab segi empat saya tinggal beberapa saja, karena saya telah mewariskan koleksi tersebut kepada Mamak, adik, beberapa saudara dan tetangga. Tergabtikan okeh jilbab instant demi anak. Sebagiannya lagi saya manfaatkan untuk membuat gamis. Hehe...

Itu saja Gaes dua benda koleksi saya selama ini. Maklumin yak, saya bukan seniman yang suka dengan koleksi-koleksi indah seperti kebanyakan orang di luaran sana. Jadi ini hanya benda sederhana dengan harga murah terjangkau yang sangat saya butuhkan. Hihi...

Barangkali kamu mau berbagi cerita juga benda apa yang menjadi koleksimu, Gaes? Bisa langsung di komentar ya. Kita seru-seruan berbagi cerita sajaahhh...

No comments:

Post a Comment