0
Home  ›  Kehidupan  ›  Keluarga  ›  Kisah Nyata  ›  My Story

Kehebohan si Cantik Merayakan Lebaran Pertamanya

Menunggu mobil di parkir, Nurul kompakan dengan Ayah


Masih Syawal kan, Mak? Hihi... lagi lagi telat. Mohon maaf lahir batin. Minal aidin wal faizin.

Lebaran tahun 2017 ini adalah yang pertama bagi putri kami, Nurul Ikhlas. Usianya baru jalan delapan bulan. Saya tidak berbelanja banyak untuknya. Cukup dengan satu pasang sandal sepatu, satu dress, dan satu atasan. Sengaja, karena Nurul sudah memiliki banyak baju. Kakak dan sepupu suami pada membelikan untuknya. Jadi saya tidak perlu lagi. Uangnya bsa dimanfaatkan untuk keperluan lain. Hehe...

Sebagai warga kampung yang masih akrab dengan tetangga satu sama lain, saat lebaran kami memiliki kewajiban untuk keliling ke rumah warga. Saling mengunjungi satu sama lain. Kadang ada yang menyelipkan uang juga ke tangan Nurul. Jika kami sadari maka akan langsung kami ambil, karena jika tidak, bisa dipastikan akan masuk ke mulutnya. Sekali kami tidak tahu siapa yang memberi, karena Nurul digendong ayahnya, maka saya juga kurang begitu memperhatikan, ketika tahu-tahu salah seorang tetangga yang kami kunjungi, menggoda Nurul meminta uang yang dipegangnya. Nurul ternyata memegang uang yang sudah basah kuyup seperti kulup (sayuran yang hanya direbus tanpa bumbu).

Tidur di kamar sepupu, Nurul demen banget meretelin cat tembok


Dikesempatan berikutnya, ketika Nurul dilepaskan di karpet yang banyak kue, dia sangat heboh, dengan berusaha mendorong, menarik, dan mengambil semua toples dan minuman. Sehingga tempat snack menjadi berantakan. Dan suara dentingan saling bersahutan. Nurul sangat senang.

Begitu juga ketika diajak ke tempat salah satu bulik ayahnya, Nurul senang, namun juga menangis karena takut terhadap suami sepupu ayahnya. Setiap melihat dia, Nurul pasti menangis. Alhasil, saya mengajaknya tiduran di kamar ketika suami sepupu sedang duduk-duduk di sekitar.

Seharian keliling di tempat tetangga dan saudara-saudara, Nurul tampaknya sangat kelelahan, sehingga dia tidur diperjalanan pulang.

Di hari kedua kami istirahat, sekaligus mengepak barang. Malam pukul 23:35, kami sudah berangkat balik ke Jakarta.

Taqoballahu minna waminkum. Siyamana wasiyamikum.

Ida Raihan
Cikarang, Kamis, 13 Juli 2017 (20:12)
14 comments
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS