MASIGNALPHAS2101
1897012769711992300

Pilih Sewa Rumah Atau Kontrakan Petakan

Pilih Sewa Rumah Atau Kontrakan Petakan
Add Comments
20 January 2020
Sewa Rumah Di Surabaya


Awalnya, tinggal di kota Surabaya dan menjadi warga kota Pahlawan ini merupakan sebuah pilihan yang lumayan berat bagi saya. Yang diam-diam masih mempertanyakan hikmah yang akan Tuhan tunjukkan untuk kami, karena, dulu sama sekali tidak terlintas di benak saya bahwa kelak saya akan berjalan mengikuti alur langkah yang dibawa suami untuk kami jalani bersama.

Melepaskan status warga Lampung demi agar anak-anak peroleh status bahwa mereka terlahir dari pasangan suami istri yang sah, dan kelak peroleh haknya sebagai warga negara Indonesia  Hahaha, berat.


Bagi Indonesia, Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta, dengan jumlah penduduk mencapai 3 juta jiwa lebih (2019). Surabaya disebut-sebut oleh negara dunia sebagai kota yang perkembangannya semakin maju pesat. Di kota ini bangunan bangunan megah dan pabrik berdiri. Banyak penduduk dari luar daerah datang ke kota ini untuk bekerja. Surabaya sudah serupa Jakarta.

Selain infrastrutur, gelait ekonomi, tempat wisata kota Surabaya juga berkembang dengan penuh pesona. Menjadi daya tarik untuk orang luar kota datang dan berkunjung ke Surabaya.

Saya, setelah satu tahun keberadaan kami di sini, akhirnya merasa betah juga tinggal di kota ini. Suami mencari kerja, saya di rumah menjaga dua buah hati kami, sambil menekuni dunia blogging dan online shop.


Sewa Rumah Di Surabaya


Tinggal Di Rumah Mertua

Sebagai warga baru, jelas kami belum memiliki harta benda apa pun, termasuk rumah dan segala perabotannya. Untuk sewa rumah kami pun belum mampu ketika itu. Alhasil sementara waktu kami putuskan untuk tinggal di rumah orang tua suami, sambil kumpul-kumpul dana agar kelak ketika ada rumah disewakan yang cocok harganya dengan ukuran kantong kami, kami tinggal cuss membayar sewanya dan bisa segera kami tempati. Agar tidak terus-menerus merepotkan mertua, karena perabotan di rumahnya setiap hari diberantakin oleh cucunya dari kami.

Sewa Rumah Atau Kontrakan Petak

Pilih sewa satu rumah atau kontrakan petak saja yaaa? Hahaha, kalau ini sih tergantung kebutuhan dong ya. Sewa kontrakan petak akan lebih hemat, karena biasanya dibayar perbulan dan dengan biaya yang sangat terjangkau. Tetapi kontrakan petak atau kost-kostan tidak akan cocok untuk sebuah keluarga yang telah memiliki anak lebih dari satu. Apalagi jika anaknya sudah agak besar, tentu membutuhkan tempat yang lebih luas untuk mereka bisa eksplorasi diri.



Seperti kami yang sudah memiliki dua anak yang sangat aktif gerak sana sini, maka kontrakan petak tidak lagi cukup. Kami butuh yang lebih luas. Memiliki kamar lebih dari satu, ruang tamu, serta memiliki dapur yang nyaman.

Sewa Rumah di Surabaya

Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, dengan penduduk yang lumayan banyak, sewa rumah di Surabaya juga menjadi hal yang lumrah karena banyak pasangan yang baru menikah juga belum memiliki rumah sendiri. Jadi, tidak sulit untuk menemukan rumah yang nyaman di Surabaya. Banyak owner yang mau menyewakan rumah di kota ini. Yang penting siapkan saja dananya. Jika dana sudah ada, sewa rumah di Surabaya tinggal pilih mana yang dimau.

Memiliki rumah baru yang luas dan nyaman memang selalu menjadi impian semua orang. Anak-anak memiliki kamarnya sendiri-sendiri, ada area bermain, kamar mandi, ruang keluarga, ruang tamu yang nyaman. Namun, ketika keadaan itu belum memungkinkan untuk memiliki semua itu, menyewa rumah juga bisa dijadikan alternatif, agar pasangan rumah tangga bisa lebih mandiri dan memiliki keleluasan dalam mengatur rumah tangganya.

  1. Saya saat ini mampunya sewa petakan alias bedeng. Semoga kelak bisa buat rumah impian. amiin

    ReplyDelete
  2. ya sekarang masih nebeng di rumah orang tua mba. Ingin juga nyewa, mudah mudahan nanti dapat rezeki dan tidak memberatkan orang tua.

    ReplyDelete
  3. Saat ini saya masih sewa rumah mbak, dl awal-awal nikah saya juga numpang sama mertua. Ya smoga, kita disegerakan punya rumah sendiri ya, Aamiiiin

    ReplyDelete
  4. Yang penting semua anggota keluarga juga nyaman ya mbak, baik tinggal di rumah sewa atau kontrakan ^^

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Iya mending ngontrak, meski petakan juga gak masalah. Beda rasanya kalau tinggal sama ortu atau mertua. Sebagai istri jadi bisa lebih bebas mengatur kerumahtanggaan. Sebagai suami lebih bebas menjalankan peran sebagai raja (kan kalau sama bapa atau ayah mertua suami juga kurang bebas memimpin istri dan anaknya). Intinya lebih sedikit intervensi lah kalau misah sama ortu meski ngontrak. Kalau ortu/mertua harus diurus karena
    sakit, lebih baik tetep ngontrak tapi cari kontrakan yang dekeeeet banget sama rumah ortu/mertua. Jadi bisa bolak-balik tiap hari buat ngurus karena deket. Yang penting misah dapur. 😉

    ReplyDelete
  7. Menyewa rumah emang solusi jika ingin hidup mandiri dan dewasa dalam berumah tangga
    Dan kerasa lebih asyik ya?

    ReplyDelete
  8. Iya sih ga selamana rumah mertua indah itu menyenangkan. Bagaimanapun keluarga mini memulai hidup baru ingin punya sarang sendiri ya. AKu juga pernah tinggal di kontrakan dan ga malu. Meskipun kedua orangtuaku keheranan kok ga mau tinggal di rumha mereka yg besar hihihihi :) Alhamdulillaah sejak th 2011 kami sudah memiliki rumah sendiri :) Di Surabaya kalau mau sewa rumah makin dimudahkan aja ya. ALternatif bagus untuk hidup bahagia bersama keluarga inti :)

    ReplyDelete
  9. Saat ini aku masih tinggal dan nemenin ayahku tapi insyaAllah segera pindah ke rumah sendiri bersama suami dan anak-anakku

    ReplyDelete
  10. Iya benar mbak. Punya rumah adalah impian banyak orang. Krn dg pny rumah sendiri, kita jadi bisa melalukan banyak hal untuk mengembnagkan diri kita dan anggota keluarga

    ReplyDelete
  11. Antara tinggal dengan orangtua dan kontrak di petakan, saya pilih yang kedua. api opsi sewa rumah akan paling cepat diambil. Alasannya bukan seteru dengan orangtua, tapi memuliakan beliau. Kalau beda rumah tapi dekat kan bisa selalu datang. Kalau 1 rumah kemungkinan bentrok agak tinggi.

    ReplyDelete
  12. Untuk pasangan yang sudah dikaruniai anak, mending sewa rumah sih kalo menurut saya. Lebih lega. Karena biasanya barang-barang sudah mulai makin banyak, sementara untuk membeli rumah sendiri masih harus menabung dulu.

    ReplyDelete
  13. Inilah perasaanku waktu pertama kali nikah, mau tinggal dimana? Ngontrak rumah atau petakan. Hihi. Sekarang masa itu sudah berlalu. Semoga yang belum punya tempat tinggal dimudahkan. Amin.

    ReplyDelete
  14. Sebaik apapun mertua, memang sangat disarankan pasangan menikah tinggal di rumah yang berbeda. Kalau belum ditakdirkan memiliki rumah sendiri, menyewa juga bisa jadi solusi.

    Betul sih Mbak, mau pilih sewa rumah atau kontrakan petakan, kembali ke kebutuhan masing-masing keluarga. Bagi pasangan baru menikah dengan satu anak kecil sih oke ya tinggal di kontrakan petakan. Tapi kalau sudah ada anak lebih dari satu, apalagi sudah besar, tentu butuh ruangan tambahan untuk tidur.

    ReplyDelete
  15. Wah, semoga betah ya tinggal di kota baru. Rumah yang nyaman memang sangt penting untuk tempat pulang

    ReplyDelete
  16. Klo keluarga baru bila blm pny rumah, enak di rumah petak.

    Lbh mandiri dan terjangkau

    ReplyDelete
  17. Saya memilih tinggal bersama orang tua (suami) karena tidak ada yang menjaga beliau meski pun sebenarnya kami punya rumah sendiri yang hanya kami tinggali setiap dua minggu.
    Dulu kami mimpi banget punya rumah setelah punya rumah snediri ternyata kenyataan berkata lain. Kami harus tetap tinggal bersama beliau. Setiap pilihan ada kosekuensinya. Saya anggap ini bakti sama ortu.

    Sebelumnya saya ngontrak petakan karena hanya berdua.

    ReplyDelete
  18. Aku pernah tinggal di tangerang dan pernah tinggal di surabaya juga. Kedua duanya memilih tinggal di kotrakan. Bukan apa2 aku setuji ketika ingin rumah tangga baru itu mandiri. Memilih tinggal sendiri adalah pilihanterbaik.

    ReplyDelete
  19. Aku pernah tinggal di tangerang dan pernah tinggal di surabaya juga. Kedua duanya memilih tinggal di kotrakan. Bukan apa2 aku setuji ketika ingin rumah tangga baru itu mandiri. Memilih tinggal sendiri adalah pilihanterbaik.

    ReplyDelete
  20. Saya juga waktu masih berdua sama suami ngontrak petakan, tapi setelah punya anak apalagi udah dua gini jadi merasa lebih baik sewa rumah aja daripada ngontrak biar agak luasan gitum

    ReplyDelete
  21. Iya mba menyewa kontrakan petakan ataupun rumah memang bisa menjadi solusi untuk tempat tinggal sementara bagi yang sudah berkeluarga sebelum akhirnya punya rumah sendiri. Semoga lekas punya rumah impian ya mba aamiin

    ReplyDelete
  22. Menyewa rumah saat ini jadi pilihan tepat untuk beberapa alasan. Seperti supaya punya "rumah" di dekat kantor atau sekolah. Kalau jarak kantor dan rumah belasan kilo meter dan jalan sering macet, mendingan kontrak supaya badan nggak habis di jalan

    ReplyDelete
  23. Oalah, ternyata Mba Ida berasal dari Lampung, toh? Saya kira asli Surabaya. :) Semoga betah di kota pahlawan ini, ya, Mba, dan semoga juga rezekinya segera berlimpah, sehingga bukan hanya mampu menyewa rumah, tapi bisa beli rumah sendiri, Mba. Aamiin. :)

    Ngomong rumah kontrakan, dulu, awal berumah tangga, aku juga suka mengalami hal seperti ini, mba. Sempat juga tinggal bersama mertua, tapi kemudian pindah ke rumah sewa petakan, lalu beralih ke sewa rumah yang lumayan luas, hingga Intan bisa ajak teman-temannya bermain di rumah kami. :)

    Alhamdulillah kemudian dimudahkan Allah untuk memiliki rumah sendiri. Yuk, kita terus berdoa dan positive thinking untuk kebaikan ke depan, ya, Mba. Semoga sukses selalu. :)

    ReplyDelete
  24. Wah, saya sekarang masih numpang di mertua. Sejak tahun lalu sudah pengen ngontrak karena pengen mandiri, namun rencana berubah.. mau kumpul2 modal dulu buat bisnis. Hehe

    ReplyDelete
  25. Kalau sudah berumah tangga, pasti pengennya tinggal terpisah dari orangtua ataupun mertua ya mba. Biarpun kecil tapi lebih enak jika tinggal sendiri. Selain biar bisa punya privacy juga biar mandiri, lepas dari orangtua

    ReplyDelete
  26. sekarang aku masih ikut orangtua mbak. nanti kalau menikah maunya sih pisah ya, biar belajar mandiri. syukur2 bisa langsung beli rumah sendiri, diaminin saja dulu deh, aminnnnn

    ReplyDelete