Pages

04 October 2017

Anak-Anak Mulai Meniru Sejak Usia Tujuh Bulan

Menirukan Ayah, niup balon pelampung
Di dalam Islam ada sebuah ungkapan yang menjelaskan, bahwa, manusia itu terlahir dalam keadaan fitrah, suci. Orangtuanyalah yang menjadikannya Majusi atau Nashrani. Untuk itu, sebagai orangtua, kita dituntut untuk lebih hati-hati dalam memperlakukan anak dan memberi contoh saat menjalani keseharian hidup. Karena anak adalah asset terbesar sebuah keluarga dan bangsa.


Menirukan Bunda marut wortel


Anak akan belajar dari apa yang dilihat dan didengar. Kemudian menjadi peniru yang ulung. Ibarat sebuah lembar kosong, terserah mau digambar atau ditulisi seperti apa oleh lingkungannya.

Sebelum memiliki anak sendiri, saya hanya mendengar dan membaca mengenai anak-anak yang begitu cepat menyerap apa yang dilihat dan didengar. Saya tidak pernah menyangka, bahwa mereka lebih cepat belajarnya dari yang saya duga. Saya baru faham, setelah memiliki anak sendiri, konsen mengurus dan mengamati tumbuh kembangnya. Ternyata sejak usia tujuh bulan anak sudah mulai mampu menirukan apa yang dilakukan orang terdekatnya. Terutama ayah dan bundanya.

Gak punya HP, daun pun jadi


Sebagai seorang ibu pemula, mungkin saya masuk dalam kategori kurang kreatif. Saya jarang sekali mengajari anak hal baru. Berbeda dengan ayahnya yang lebih banyak mengenalkan nama dan tempat yang dilihat dan dikunjungi. Mengajari ngaji, dan bermain. Hingga saya disadarkan ketika seorang kenalan membawa bayi tujuh bulannya mampir ke kontrakan kami. Saya penasaran karena tiba-tiba si bayi tepuk tangan ketika ibunya mengucapkan "pok ame ame" saya heran "kok Nurul belum bisa?" Si ibu pun bercerita bahwa dia sering mengajari anaknya melakukan itu. Hari itu setelah kepulangan mereka saya mencoba mengajari Nurul untuk melakukan hal serupa. Keesokannya Nurul sudah bisa melakukan hal itu. Bahkan berkali-kali memancing ayah bundanya untuk menyanyikan lagunya sementara dia mendahului dengan bertepuk, sambil menatap penuh harap.

Mau beberes pakaian


Diusianya 8 bulan, saya dibuat heran, karena tiba-tiba Nurul bisa menggoyang-goyangkan tangan dan badannya sambil berdendang. Ini tidak ada yang mengajari, dia hanya melihat tetangganya yang sering menyetel musik sambil berjoget.

Diusia 9 bulan, Nurul sering menyaksikan ayahnya meniup pelampung, dan ketika suatu hari dikempeskan, Nurul berusaha meniupnya sendiri.

Saat ini usia Nurul 10 bulan, sejak mulai bisa merangkak (4 bulan) saya membiasakannya ke kamar mandi ketika dia pipis maupun BAB, untuk cebok. Dan sekarang, setiap kali diajak ke kamar mandi, dia langsung mengambil air berusaha cebok sendiri.

Rasanya masih tidak percaya, terasa baru kemarin saya mengalami babyblues berkepanjangan pasca kelahirannya, tetapi kini, bayi mungil itu telah mampu mempelajari dan melakukan banyak hal. Selain pintar mengobrak abrik tatanan kamar, dia juga menirukan banyak hal yang dilakukan kedua orangtuanya. Seperti mengangkat kabel saat melintas di bawah kipas dan lain-lain.

Jadi Bunda, karena kita yang lebih sering di rumah bersamanya, teruslah berusaha contohkan yang baik-baik saja kepada mereka. Semoga kelak mereka menjadi generasi yang selalu membawa perbaikan dan kebaikan. Selamat dunia akhirat.

Ida Raihan
Cikarang, Rabu, 04 Oktober 2017 (05:10)


6 comments:

  1. Bener banget bunda, anak adalah peniru ulung orang tuanya. Makanya itu kita sbg ortu jdi harus pinter2 ya memberi teladan pada anak dengan contoh termasuk jga jd brhati2 juga hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaa... apapun yang mau dikerjakan harus ngeliat anak dulu. Jika dia sedang memperhatikan sebaiknya lakukan yang baiknya saja. Hihi...

      Delete
  2. Iya, mbak anak saya juga sekarang sudah mulai bisa niru perilaku orang di sekitarnya. Kayak kemarin dia lihat anak mbak yang jagain dia main telpon-telponan eh ternyata dia juga ngikutin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu Mbak. Pokoknya harus hati hati banget kita kita sebagai orangtuanya.

      Delete
  3. Penting banget ya mbak, jadi orang tua itu mencontohkan yang baik untuk anak.karna guru pertama anak yang anak kenal... Salam kenal mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mbak Amalia. Pokoknya kudu hati hati banget deh prilakunya. Agar anak nurun yang baik baiknya aja. Salam kenal Mbak. Makasiih udah mampir dimari.

      Delete