Pages

09 June 2017

Mainan Baru si Kecil


Dua hari lagi Nurul akan berusia tujuh bulan. Untuknya saya memesankan kolam renang Hippo Pool di salah satu toko online Indonesia. Tujuan awal saya adalah agar bisa mengajarinya renang sejak dini. Sekaligus untuk meringankan kerja saya, sementara Nurul mulai rambatan. Nurul cepat sekali bosan pada mainan. Sehingga dibelikan mainan apapun dia akan menolak setelah sejam dua jam bersamanya. Karena itu saya harus mulai mengubah mainannya ke sesuatu yang dibutuhkan saja.

Bulan lalu saya melihat Nurul sangat suka pada mainan anak tetangga berupa palu-paluan. Saya pun berniat membelikan mainan serupa. Sayangnya si Abang penjual justru menawari saya kuda terbang, karena dirasa lebih pas untuk Nurul yang seorang cewek. Palu adalah mainan anak laki-laki. Saya pun menyetujui. Dan hanya sejam dua saja Nurul bermain, setelahnya sudah tidak mau sama sekali. Ayahnya pun begitu, lepas isya menjalankan motor dan mengajak keluar, ternyata hanya berhenti di depan toko mainan dan membelikan bola-bola kecil untuk Nurul. Sekali lagi, sejam dua jam sudah tidak mau.



Dua bulan terakhir, saya merasa lebih kerepotan lagi membagi waktu antara pekerjaan dan anak. Saya membutuhkan sesuatu yang bisa mengatasi kerepotan ini. Saya ingin antara ngemong anak dan pekerjaan bisa berjalan beiringan, sehingga tidak keteteran setiap hari. Rumah berantakan, cucian numpuk, peralatan dapur pada kotor. Ugh, sumpeeek...

Padahal anak baru satu (dua dink, yang satu di Jawa)!
Tetapi Nurul memang membutuhkan pengawasan extra, karena baru mulai belajar merangkak dan rambatan. Apa-apa yang dia temui diambilnya dan dimasukkan mulut. Kabel, tissue, kertas, karet, de el el. Beberapa mainan yang dimiliki, sudah tidak mempan membuatnya duduk anteng bermain. Dia terus merangkak dan rambatan mencari sesutu yang baru.

Nurul dan Mas Zul

Semula, saya mengira dengan adanya kolam renang akan memudahkan saya untuk mengawasi Nurul sekaligus mengerjakan urusan rumah tangga. Ternyata saya salah. Nurul senang bermain di kolam jika bersama ayah bundanya. Dan akan teriak menangis ketika ayah atau bundanya beranjak. Dia akan mengejar. Daaan terakhir berada di kolam sendirian untuknya ternyata kurang aman, karena saat dia berdiri di pinggir, kakinya diangkat-angkat mencari jalan keluar, maka kepalanya berpotensi terjungkal keluar. Hew... Lebih mengkhawatirkan dari yang saya duga!

Akhirnya saya memutuskan untuk tetap membersamai Nurul ketika ia sedang terjaga. Dan mencari trik lain agar ia bisa disambi.

Di antaranya:

Menemaninya di kolam. Meskipun pekerjaan masih menumpuk hingga dia bosan. Dengan begitu, dia akan minta digendong. Biasanya kalau sudah digendong dia bakal mau ditaruh dan ditinggal barang lima menit. Lumayan buat cuci-cuci piring di dapur.

Mengajaknya berjalan keluar, agar dia terkena matahari dan angin segar. Dengan begitu dia akan mengantuk perlahan. Meskipun kemungkinan ini kecil, karena seringkali dia justru bertemu dengan teman-teman yang lebih tua sedang bermain, atau emak-emak yang gemas dan ingin menggendongnya.

Diberi nenen sambil ditidurkan. Ini lebih sering berhasil, meskipun terkadang begitu nenennya dilepas dia langsung bangun lagi.

Menunggu ayahnya ada di rumah. Pagi sebelum berangkat kerja, atau pada jam istirahat. Suami pulang setiap jam istirahat siang. Pada saat itulah saya manfaatkan untuk mencuci pakaian. Atau kadang pagi sebelum ayahnya berangkat kerja.

Ida Raihan
Cikarang, Jum'at, 09 Juni 2017 (18:51)

3 comments:

  1. anakku pakai alat bantu jalan lumayan efektif, yg penting ruangannya dibersihkan dari benda2 yg kiranya bahaya. kadang si debay nya malah yg nemanin kita beraktifitas di rumah ...

    ReplyDelete