Pages

12 April 2017

Karena Dia Adalah Hadiah Terindah


Nurul selfie dengan Ayah
Menjadi seorang ibu adalah impian setiap wanita. Wanita yang telah menikah, namun lama belum juga dikaruniai anak, akan melakukan banyak hal demi memperoleh anak yang akan disayanginya serta dapat memberinya kebahagiaan. Begitu juga dengan saya. Hadirnya buah hati setelah bertahun menikah adalah sebuah mukjizat yang luar biasa. Karena itu, kasih dan sayang tercurah penuh kepada si buah hati. Nurul Ikhlas Masitha, kepada anak yang baru mulai belajar duduk inilah segala hal akan saya upayakan demi membahagiakannya. Karena dia juga yang telah membuat saya bahagia hingga saat ini. Dia yang pertama kali mengajari saya bagaimana menjadi seorang ibu, setelah bertahun tahun saya berharap.  Dia yang membuat hari-hari saya ceria penuh tawa oleh ocehannya di sepanjang bangunnya. Kehadirannya bagaikan hujan deras di panjangnya musim kemarau bagi petani.

Nurul sedang belajar mengaji

Bagi saya saat ini, kebahagiaannya adalah yang terpenting di antara semua. Dengan karunia besar ini, saya akan terus mengusahakan segala kasih sayang dan kenyamanan baginya. Bagi saya, tidak mengapa membiarkan rumah berantakan, urusan dapur keteteran demi menemaninya bermain, dan melatihnya menjadi yang terbaik. Menyemangatinya untuk terus berlatih sesuai perkembangan kemampuannya. Berbicara, menggerakkan anggota badan, dan sebagainya. Beruntung, ayahnya tidak pernah protes ketika pagi saya tidak bisa menyediakan sarapan saat dia persiapan berangkat kerja. Juga tidak mengomel ketika pulang kerja menyaksikan rumah masih berantakan tanpa tersentuh. Karena ayahnya juga memiliki pemikiran yang sama dengan saya. Yang penting anak terurus dengan baik. Mau rumah berantakan, dapur tidak mengepul, cucian piring menumpuk, pakaian kotor menuhin bak, asal anak senang dan terurus dengan baik, semua bahagia.
Karpet Edukasi diambil dari Elevenia

Nurul memang masih bayi, tetapi saya tetap mengajaknya bicara, menyemangatinya untuk terus berusaha ketika dia mulai merengek saat kesulitan menarik tangannya yang tertindih tubuhnya sendiri. Saya percaya, dia anak yang cerdas yang bisa mengerti apa yang dikatakan dan diusahakan ibunya untuk mendukung kemajuannya. Diusia tiga bulan Nurul sudah tengkurep (meskipun belum bisa balik lagi. Hehe...), dan diusia empat bulan dia sudah mulai memutar tubuhnya untuk mencari mainan ataupun sumber suara. Khususnya jika ada yang memanggil namanya. Nurul juga sudah mulai mengenal dan menyukai warna. Sehingga ketika dibaringkan di atas karpet bergambar, dia akan langsung tengkurep menoleh kanan kiri dan berputar untuk melihat gambar-gambar. Kemudian menempelkan mulut dan lidahnya di gambar yang dia pilih. Basah dah, kena iler semua jadinya. Haha...

Kini usia Nurul sudah masuk enam bulan, kecerdasannya semakin terlihat. Karena itulah jika sudah tiba waktunya, saya ingin menghadiahinya Mainan Edukasi. Di antaranya Karpet Gambar Abjad yang saya lihat di Elevenia.

Dengan beberapa pilihan gambar. Di antaranya, gambar buah, binatang, angka, alphabet dan transportasi. Selain bisa untuk mengedukasi anak, Karpet Gambar Abjad juga bisa sekalian sebagai pelindung kepala. Nurul yang sedang belajar duduk, terkadang sampai tersungkur karena keseimbangan tubuhnya yang belum sempurna. Dan itu, terkadang membuat kepalanya membentur tembok atau lantai. Sebagai ibunya, tentu saja saya sangat sedih menyaksikan itu. Apalagi jika kejadiannya karena kelalaian saya, yang membiarkan anak berlatih dengan pengamanan seadanya. Bantal kanan kiri, yang dengan mudahnya dapat ia singkirkan.

Nah dengan memiliki Karpet Abjad yang empuk ini, maka kepala Nurul bisa terlindungi. Dan saya tidak perlu cemas lagi jika anak bergulingan di lantai yang beralaskan karpet empuk ini. Dia bisa melihat banyak warna, sekaligus belajar di sana.

Ida Raihan
Cikarang, Rabu, 12 April 2017 (16:00)

10 comments:

  1. aku juga mainan edukasi, Mbak...
    Aku pernah beli karpet edukasi yang angka, eh malah dicopotin sama anakku dan ada yang hilang... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... Padahal isi 10 saja harganya ampek 100 ribu ya? :D

      Delete
  2. Dek Nurul Ndut yaa, lucu banget, semoga barang impian bisa kesampaian ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Makasih banyak Mbak Prima.

      Delete
  3. Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Makasih banyak Mak Leyla.

      Delete
  4. Aku juga kepikiran mau beli karpet edukasi ini mbak, selain aman dipake bisa buat belajar juga. Semoga bisa kesampaian belinya ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Iya Mbak Riska. Itu juga tujuan Ida.

      Delete
  5. Gemess bangeet liaat nuurruul mbaak. . Hehehe semogaa sehat" terus dan tumbuh jd anak cerdas serta sholehah. . Aamiin. .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Makasiih banyak Mbak Lucky. Sehat terus juga buat Mbak dan keluarga.

      Delete