Pages

05 March 2017

Sekian Lama Menunggu Jodoh, Kain Kafan Yang Dipinta Ariyati

Whatt??? Kain kafan??? Sebagai mahar??? Serius???
Yupz! Bahkan tiga rius!

Sebagai teman yang pernah berada dalam satu naungan dalam dunia perjodohan, di sebuah group yang bernama Ta'aruf, saya dan Ariyati sering bertemu. Pertemuan pertama kami adalah Agustus 2014. Di mana saat itu Ariyati adalah member group perjodohan yang kami, para admin (pengurus) tunjuk menjadi salah satu panitia kopdar di Bogor yang dilaksanakan pada 07 September 2014.

Seiring berjalannya waktu, pada diri Ariyati semakin terlihat kelebihan-kelebihannya. Dibalik suara kalemnya ia adalah sosok yang tangguh, berani, dan cekatan. Keaktifannya untuk menghadiri setiap pertemuan di group yang kami bina, membantu memproses member yang ingin menikah, membuat kami jatuh cinta kepadanya untuk mengangkatnya sebagai admin juga.


Saya sering malu jika membayangkan sosok Ariyati yang tidak pernah menyerah. Yang seolah-olah tidak pernah punya lelah. Kondisi fisiknya yang memiliki kekurangan tidak pernah menjadikannya hambatan untuk melangkah dalam rangka kebaikan. Ia yang tinggal di Bogor, selalu bisa menghadiri pertemuan rutin para admin di Bekasi dan Jakarta. Dan juga sering datang sendiri dengan biaya sendiri untuk mempertemukan anggota yang sedang diprosesnya menuju pernikahan. Tidak seperti kami (saya khususnya) yang sering mewakilkan kepada admin lain, atau kadang anggota yang bisa dipercaya untuk mendampingi pertemuan calon pasangan.

Sayangnya, sejak satu tahun terakhir, saya harus meninggalkan komunitas Ta'aruf ini. Saya harus bergerak untuk sesuatu yang lain. Sehingga saya, Ariyati, dan admin lainnya tidak bisa lagi berjalan beiringan dalam membantu ummat untuk bertemu pasangan hidup mereka. Saya pindah ke Cikarang bersama suami (kami dipertemukan di komunitas Ta'aruf juga). Dan sebuah berita yang sangat menggembirakan ketika Minggu, 26 Februari 2017 lalu, saya menerima undangan pernikahan dari Ariyati. Sayangnya, kami tidak bisa menghadiri karena jarak yang jauh sementara bayi saya yang baru berumur 3,5 bulan sedang tidak sehat.

Siang kemudian, saya baru mencari info mengenai proses pernikahan mereka yang alhamdulillah berjalan lancar. Bertempat di Masjid Mardzukiyah - Bekasi. Jum'at, 03 Maret 2017 dengan maskawin/mahar KAIN KAFAN. Masya Allah... Merinding saya mengetahuinya. Dan lebih merinding lagi ketika mengetahui alasan Ariyati meminta mahar tersebut.

"Saya ingin ketika meninggal nanti, yang dipakaikan adalah kain kafan mahar dari suami." Subhanallah...

Proses menuju pernikahan mereka terbilang sangat cepat, sesuai standar Ta'aruf, dan yang disyariatkan di dalam Islam. Bertemu pada Desember paska Aksi 212, khitbah 22 Februari dan menikah 03 Maret 2017. Walhamdulillah.

Semoga bahagia dunia akhirat, Mbak Ariyati dan pasangan. Barakallahulakum wabaraka alaikum wajamaabainakuma fiikhairiin.

Note: Gambar diambil dari FB Arya Saunjaya.

Ida Raihan
Jababeka, Minggu, 05 Maret 2017 (19:01)

16 comments:

  1. Subhanallaah.. merinding saya mbak :)

    Semoga jadi keluarga yg sakinah. Mawaddah warahmah ya mbak. Salam.sm.mbak.ariyati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin yaa Rahmaan. Terimakasih banyak Mbak Merida.

      Delete
  2. Wah, saya benar2 baru denger mas kawin berupa kain kapan. Istimewa sekali beliau..

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah, Barokallah semoga berkah ya

    ReplyDelete
  4. Merinding, terharu, salut, jadi satu perasaan itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Sepanjang perjalanan hidup saya, baru sekarang mengetahui kejadian seperti ini.

      Delete
  5. Halo mb salam kenal. Merinding saya bacanya mahar kain kafan
    Btw saya jg tinggal di Jababeka lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mbak. Jababekanya mana Mbak Mei? Salam kenal...

      Delete
  6. Jarang sekali mahar nya kain kafan, membacanya merinding

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah. Ini wanita hebat yang meminta.

      Delete